Antam

Simak Capaian Produksi Dan Penjualan Antam Sepanjang 2025

Simak Capaian Produksi Dan Penjualan Antam Sepanjang 2025
Simak Capaian Produksi Dan Penjualan Antam Sepanjang 2025

JAKARTA - Kinerja operasional PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sepanjang 2025 memperlihatkan dinamika yang menarik di tengah tekanan global dan perubahan pasar komoditas. 

Emiten anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini mencatat capaian produksi dan penjualan yang beragam di setiap lini usaha, mulai dari emas, bijih nikel, feronikel, hingga bauksit dan alumina. Fluktuasi ekonomi global, perubahan regulasi, serta peningkatan permintaan domestik menjadi faktor yang membentuk arah kinerja perusahaan sepanjang tahun.

Berdasarkan laporan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ANTM tetap menjaga aktivitas operasionalnya di tengah tantangan eksternal. 

Sepanjang 2025, perusahaan berupaya menyeimbangkan antara optimalisasi produksi, pemenuhan pasar domestik, serta ekspor ke negara tujuan utama. Hasilnya, sejumlah komoditas mencatatkan pertumbuhan signifikan, sementara sebagian lainnya mengalami penyesuaian volume.

Kinerja Produksi Dan Penjualan Emas

Pada komoditas emas, ANTM mencatatkan produksi kuartal IV-2025 sebesar 153 kilogram (kg) atau setara 4.919 ons troi. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2024 yang mencapai 273 kg atau 8.777 ons troi. 

Secara kumulatif hingga akhir 2025, produksi emas ANTM berada di level 743 kg atau 23.888 ons troi, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.019 kg atau 32.762 ons troi.

Penurunan produksi tersebut sejalan dengan volume penjualan emas. Pada kuartal IV-2025, penjualan emas tercatat 3.331 kg atau 107.094 ons troi, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 15.209 kg atau 488.981 ons troi. 

Sementara itu, sepanjang 2025, volume penjualan emas ANTM berada di angka 37.406 kg atau 1.202.631 ons troi, lebih rendah dibandingkan realisasi 2024 sebesar 43.776 kg atau 1.407.431 ons troi.

Meski demikian, manajemen ANTM menilai permintaan emas tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Tekanan inflasi, volatilitas pasar keuangan, serta dinamika geopolitik mendorong emas kembali diminati sebagai instrumen lindung nilai dan safe haven.

“Kondisi tersebut menjaga kinerja penjualan emas Antam tetap solid dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja perusahaan,” tulis Manajemen ANTM.

Pertumbuhan Signifikan Pada Bijih Nikel

Berbeda dengan emas, segmen bijih nikel menunjukkan performa yang sangat kuat. Sepanjang 2025, ANTM membukukan produksi bijih nikel sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt), tumbuh 62% secara tahunan dibandingkan 2024 yang sebesar 9,94 juta wmt. Pada kuartal IV-2025 saja, produksi mencapai 3,56 juta wmt, naik 35% dibandingkan kuartal IV-2024 yang berada di level 2,63 juta wmt.

Dari sisi penjualan, volume penjualan bijih nikel sepanjang 2025 tercatat 14,58 juta wmt atau meningkat 75% year on year dibandingkan 2024 sebesar 8,35 juta wmt. Sementara pada kuartal IV-2025, penjualan mencapai 3,35 juta wmt, naik 27% dibandingkan kuartal IV-2024 yang sebesar 2,64 juta wmt.

Sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik, tahun 2025 menjadi periode penting bagi ANTM. Perusahaan mencatatkan kinerja produksi dan penjualan bijih nikel tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir sejak diberlakukannya larangan ekspor mineral.

“Sepanjang 2025, bijih nikel ANTM dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan industri nikel kelas dua domestik serta mendukung pasokan bahan baku internal bagi produksi feronikel perusahaan di Kolaka,” ungkap Manajemen ANTM.

Tekanan Regulasi Pada Komoditas Feronikel

Pada komoditas feronikel, kinerja ANTM sepanjang 2025 dipengaruhi oleh perubahan regulasi terkait harga batas bawah produk. Produksi feronikel sepanjang 2025 tercatat sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20.103 TNi. Penjualan feronikel juga mengalami penurunan menjadi 10.528 TNi, dari sebelumnya 19.452 TNi.

Khusus kuartal IV-2025, produksi feronikel ANTM berada di level 2.755 TNi, turun dibandingkan kuartal IV-2024 sebesar 4.858 TNi. Sementara volume penjualan pada periode yang sama tercatat 2.346 TNi, lebih rendah dibandingkan 7.761 TNi pada kuartal IV-2024.

Sepanjang 2025, seluruh penjualan feronikel ANTM terserap oleh pasar ekspor. Korea Selatan, India, dan China menjadi tujuan utama, seiring peran ketiga negara tersebut sebagai pusat manufaktur stainless steel global.

Rekor Produksi Bauksit Dan Alumina

Capaian paling menonjol diraih ANTM pada komoditas bauksit. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan produksi dan penjualan bauksit tertinggi sepanjang sejarah. 

Pada kuartal IV-2025, produksi bauksit mencapai 514.374 wmt. Secara kumulatif, produksi bauksit sepanjang 2025 tercatat sebesar 2,83 juta wmt, melonjak 112% dibandingkan 2024 yang sebesar 1,33 juta wmt.

Dari sisi penjualan, volume penjualan bauksit pada kuartal IV-2025 tercatat 785.972 wmt, naik 23% dibandingkan periode sebelumnya sebesar 638.758 wmt. Sepanjang 2025, penjualan bauksit mencapai 1,89 juta wmt, meningkat tajam 157% dibandingkan 2024 yang sebesar 736.188 wmt.

“Produksi bauksit ANTM dialokasikan sebagai bahan baku Pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) perusahaan yang dioperasikan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA), serta untuk memenuhi kebutuhan pelanggan domestik lain,” terang Manajemen ANTM.

Sejalan dengan optimalisasi Pabrik CGA, PT ICA mencatatkan produksi alumina kuartal IV-2025 sebesar 47.465 ton, tumbuh 13% dibandingkan kuartal IV-2024. Secara tahunan, produksi alumina mencapai 181.690 ton, meningkat 23% dibandingkan 2024. Penjualan alumina juga naik menjadi 180.221 ton sepanjang 2025, tumbuh 2% secara tahunan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index