Kacamata Pintar Digadang Gantikan Smartphone Era Teknologi Baru

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:01:02 WIB
Kacamata Pintar Digadang Gantikan Smartphone Era Teknologi Baru

JAKARTA - Perkembangan teknologi konsumen kini mulai bergerak ke arah yang lebih subtil dan menyatu dengan aktivitas sehari-hari. 

Jika selama lebih dari satu dekade ponsel pintar menjadi pusat kehidupan digital manusia, sejumlah petinggi perusahaan teknologi global kini mulai memberi sinyal bahwa masa kejayaan perangkat genggam itu perlahan mendekati titik balik. 

Bukan berarti smartphone akan lenyap dalam waktu dekat, tetapi perannya diprediksi akan semakin tergeser oleh perangkat yang lebih ringkas, kontekstual, dan selalu aktif: kacamata pintar.

Sejumlah perusahaan teknologi dunia sudah secara terbuka memposisikan kacamata pintar sebagai perangkat komputasi generasi berikutnya. 

Perangkat ini digadang-gadang mampu mengambil alih sebagian fungsi utama smartphone, mulai dari navigasi, komunikasi, hingga akses kecerdasan buatan, tanpa harus terus-menerus menggenggam layar.

Prediksi Bos Teknologi Soal Akhir Era Ponsel

Wacana tentang punahnya handphone bukan lagi sekadar spekulasi futuristik. Para pemimpin raksasa teknologi seperti Mark Zuckerberg dan Elon Musk sudah beberapa tahun terakhir menyampaikan pandangan serupa. Mereka melihat bahwa pola interaksi manusia dengan teknologi akan berubah, seiring kebutuhan akan perangkat yang lebih alami dan tidak mengalihkan perhatian.

CEO Meta Mark Zuckerberg secara gamblang menjelaskan visinya mengenai kacamata pintar sebagai pengganti ponsel. Dalam acara Meta Connect pada 2024, ia memprediksi miliaran orang yang saat ini menggunakan kacamata biasa akan beralih ke kacamata pintar.

“Sama seperti semua orang yang beralih ke telepon pintar, saya pikir semua orang yang berkacamata akan segera beralih ke kacamata pintar dalam dekade berikutnya,” ujarnya, dikutip dari Forbes.

Menurut Zuckerberg, kacamata pintar memungkinkan interaksi digital tanpa memutus kontak pengguna dengan dunia nyata. Informasi dapat muncul di hadapan mata, perintah dapat diberikan lewat suara, dan AI bisa bekerja secara kontekstual mengikuti aktivitas penggunanya.

Kacamata Pintar dan Tantangan Teknologi Dasar

Meski potensinya besar, adopsi kacamata pintar secara massal bukan tanpa hambatan. CEO Rokid, Misa Zhu, menyebut industri masih harus memecahkan tantangan mendasar yang ia sebut sebagai “segitiga mustahil”. Tantangan ini mencakup keseimbangan antara kualitas tampilan, daya tahan baterai, dan kenyamanan pemakaian.

“Tantangan tersebut mencakup keseimbangan antara kualitas tampilan, daya tahan baterai, dan kenyamanan pemakaian,” ujar Zhu.

Menurutnya, terobosan signifikan pada tiga aspek tersebut kemungkinan baru akan tercapai dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Jika berhasil, kacamata pintar tidak hanya berfungsi sebagai layar tambahan, tetapi juga sebagai asisten AI yang selalu aktif, tanpa mengorbankan kenyamanan layaknya kacamata biasa.

Tahun 2026 sendiri diprediksi menjadi momentum penting bagi kebangkitan perangkat wearable ini. Kacamata pintar dinilai mampu menghadirkan interaksi yang lebih natural dengan kecerdasan buatan, sekaligus memudahkan akses informasi tanpa ketergantungan pada layar sentuh.

Peran Kacamata Pintar Sebelum Benar-Benar Menggantikan Ponsel

Meski sering disebut sebagai pengganti smartphone, Zhu menegaskan bahwa kacamata pintar belum sepenuhnya akan mengambil alih peran ponsel dalam waktu dekat. Dalam beberapa tahun ke depan, perangkat ini masih akan berfungsi sebagai aksesori pendukung.

“Mereka mungkin masih menjadi aksesori dalam tiga tahun ke depan, tetapi akan ada perubahan setelah tiga hingga lima tahun, dan sangat mungkin mereka tidak akan lagi menjadi aksesori setelah lima tahun,” jelas Zhu.

Dalam tahap awal, kacamata pintar dinilai ideal untuk menjalankan konsep “AI aktif”. Fungsinya mencakup navigasi GPS, notifikasi instan, hingga interaksi singkat dengan asisten AI. Semua itu dapat dilakukan tanpa mengeluarkan ponsel dari saku, sebuah keunggulan yang semakin relevan di tengah gaya hidup serba cepat.

Kehadiran perangkat ini juga dinilai lebih selaras dengan kebutuhan mobilitas, terutama bagi pengguna yang menginginkan teknologi yang bekerja di latar belakang tanpa mengganggu fokus utama.

Produk Nyata dan Persaingan Industri Global

Sinyal menuju era pasca-smartphone semakin nyata dengan kehadiran produk komersial. Rokid, perusahaan asal China yang telah satu dekade mengembangkan kacamata pintar dan headset augmented reality, resmi membawa AI Glasses Style ke pasar Amerika Serikat dan Jerman melalui Amazon pada Januari lalu.

Perangkat ini dibekali baterai 210mAh, bobot 38,5 gram, kamera 12 megapiksel dengan kemampuan perekaman video 3K, serta speaker dan mikrofon terintegrasi. AI Glasses Style mendukung panggilan hingga lima jam dan pemutaran musik hingga enam jam. 

Perangkat ini juga dilengkapi ChatGPT 5.2 untuk perintah audio dan visual, serta Microsoft Translator dengan dukungan terjemahan offline lebih dari 100 bahasa. Produk ini dipasarkan dengan harga US$299 atau sekitar Rp5 juta.

Di sisi lain, Alibaba juga bersiap meramaikan pasar dengan mengumumkan Quark AI Glasses yang akan diluncurkan di China pada akhir 2025. Perangkat ini ditenagai model bahasa besar Qwen dan asisten AI bernama Quark. Melansir CNBC, Alibaba memandang wearable, khususnya kacamata pintar, sebagai batas baru komputasi yang sejajar dengan smartphone.

Melalui Quark AI Glasses, pengguna dapat melakukan panggilan tanpa tangan, streaming musik, terjemahan bahasa real-time, hingga transkripsi rapat. Kacamata ini juga dilengkapi kamera dan terintegrasi dengan ekosistem Alibaba seperti navigasi, pembayaran Alipay, dan belanja di Taobao.

Masuknya Alibaba membuat persaingan kacamata pintar semakin ketat, menyusul Meta yang bekerja sama dengan Ray-Ban, serta produsen China lain seperti Xiaomi. Google dan Samsung juga disebut-sebut akan meluncurkan kacamata pintar mereka sendiri dalam waktu dekat.

Dengan semakin banyak pemain besar yang terjun ke kategori ini, sinyal pergeseran dari era smartphone ke perangkat wearable kian jelas. Meski ponsel pintar belum akan sepenuhnya ditinggalkan, kemunculan kacamata pintar menunjukkan bahwa teknologi penggantinya perlahan mulai mengambil bentuk.

Terkini

Dampak Minum Kopi terhadap Perubahan Tekanan Darah Tubuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:21 WIB

9 Buah Ajaib Penunjang Umur Panjang Versi Ahli Jantung

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:18 WIB

3 Kebiasaan Sehat Usai Makan Stabilkan Gula Darah

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:17 WIB