Jasindo Lihat Peluang Strategis dari Pengembangan EBT di Indonesia

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:35:45 WIB
Jasindo Lihat Peluang Strategis dari Pengembangan EBT di Indonesia

JAKARTA - Industri asuransi Indonesia kini semakin menatap sektor energi baru terbarukan (EBT) sebagai peluang besar di tengah kebutuhan akan kemandirian energi nasional. 

Seiring dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi, Asuransi Jasindo melihat sektor ini sebagai area yang sangat potensial untuk berkembang, terutama karena peranannya dalam memastikan keberlanjutan dan ketahanan proyek-proyek energi strategis yang mendukung kemandirian energi Indonesia.

Pengembangan energi bersih menjadi salah satu fokus utama dalam agenda nasional, mengingat pentingnya untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor serta memperkuat ketahanan energi dalam negeri. 

Dalam hal ini, Asuransi Jasindo, dengan pengalamannya dalam manajemen risiko, menilai bahwa sektor EBT akan menjadi pilar utama bagi Indonesia ke depan, tidak hanya dalam aspek pertumbuhan bisnis, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi nasional.

Sektor EBT sebagai Pilar Pengembangan Energi Nasional

Peran sektor energi baru terbarukan dalam transisi energi nasional semakin mendapat perhatian. Di tengah tantangan global terkait perubahan iklim dan kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, pengembangan EBT menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia. 

Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong pencapaian kemandirian energi melalui sumber daya yang lebih bersih dan terbarukan.

Dalam konteks ini, Asuransi Jasindo melihat potensi besar yang ada di sektor EBT. Gema, perwakilan dari Asuransi Jasindo, mengungkapkan bahwa sektor ini tidak hanya menjanjikan peluang bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Gema menegaskan bahwa pengembangan energi bersih di Indonesia akan melahirkan potensi risiko baru, yang membutuhkan solusi perlindungan yang komprehensif. 

Risiko-risiko ini, seperti yang terjadi dalam proyek-proyek energi konvensional, perlu dikelola dengan pendekatan yang lebih adaptif, dan di sinilah Asuransi Jasindo dapat berperan dengan menyediakan perlindungan yang tepat untuk pelaku usaha EBT.

Mitigasi Risiko dan Penyediaan Solusi Perlindungan Adaptif

Sektor EBT memiliki karakteristik yang berbeda dengan sektor energi konvensional, yang umumnya lebih mapan dan sudah memiliki infrastruktur yang stabil. 

Oleh karena itu, pengembangan EBT membutuhkan perlindungan yang lebih komprehensif, tidak hanya dari segi aset dan infrastruktur, tetapi juga dari segi operasional dan finansial. Dalam hal ini, Asuransi Jasindo memiliki pengalaman yang cukup dalam mengelola risiko, baik di sektor onshore maupun offshore di bidang energi konvensional, dan siap untuk menerapkan kapabilitas yang sama dalam sektor EBT.

Sebagai perusahaan asuransi yang memiliki pengalaman mendalam di sektor energi, Jasindo optimistis dapat memberikan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan sektor EBT. Gema menjelaskan bahwa sektor ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya reaktif tetapi juga proaktif dalam memitigasi potensi risiko. 

Oleh karena itu, Jasindo berkomitmen untuk menyediakan layanan perlindungan yang berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pengembangan energi bersih di Indonesia.

Dengan semakin pesatnya pembangunan proyek-proyek energi baru terbarukan, kebutuhan akan solusi asuransi yang spesifik dan adaptif pun semakin tinggi. Jasindo melihat hal ini sebagai peluang besar untuk berperan lebih aktif dalam mendukung keberlanjutan sektor EBT.

Optimisme Jasindo terhadap Pertumbuhan Bisnis Asuransi Energi

Meski saat ini portofolio asuransi energi Jasindo masih didominasi oleh sektor energi konvensional, perusahaan ini telah siap untuk memperluas cakupan perlindungannya ke sektor EBT. 

Gema menjelaskan bahwa Jasindo memiliki kapabilitas untuk memberikan perlindungan terhadap proyek-proyek New Renewable Energy (NRE), yang semakin menjadi fokus dalam pengembangan energi di Indonesia.

“Dengan pengalaman yang kami miliki di sektor energi, kami siap memberikan perlindungan kepada proyek-proyek energi baru terbarukan. Ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga bagian dari kontribusi kami terhadap transisi energi nasional,” jelas Gema.

Ke depan, Jasindo menargetkan untuk memperluas peranannya di sektor EBT seiring dengan meningkatnya kebutuhan proteksi di sektor ini. 

Dukungan tim yang berpengalaman serta penguatan manajemen risiko diharapkan dapat membantu sektor EBT untuk tumbuh lebih cepat dan lebih stabil, sehingga dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi ketahanan energi Indonesia.

Peran Jasindo dalam Program Keberlanjutan dan Pengembangan Energi

Selain fokus pada sektor energi, Jasindo juga telah menjalankan berbagai program keberlanjutan yang sejalan dengan komitmennya untuk mendukung pengembangan energi bersih. 

Salah satunya adalah program Narasemesta yang berfokus pada edukasi, lingkungan, dan konservasi, yang telah dijalankan di beberapa kota di Indonesia. 

Program ini menjadi bagian dari upaya Jasindo untuk turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung ketahanan energi yang berkelanjutan.

Gema menambahkan bahwa program-program keberlanjutan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan lingkungan. 

Dengan adanya program ini, Jasindo berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya energi bersih dan keberlanjutan dalam setiap aktivitas.

Dalam rangka mendukung pengembangan sektor EBT, Jasindo juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah dan pelaku usaha energi, untuk memastikan bahwa perlindungan yang diberikan dapat sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pasar.

Terkini