Nikmati Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 2026 Sekarang!

Senin, 09 Februari 2026 | 11:06:13 WIB
Nikmati Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 2026 Sekarang!

JAKARTA - Menjelang Lebaran 2026, pemerintah menyiapkan strategi transportasi untuk mengurangi beban biaya perjalanan masyarakat. Salah satunya melalui diskon tarif tol yang menjadi bagian dari paket insentif transportasi mudik. 

Kebijakan ini tidak hanya meringankan biaya, tetapi juga bertujuan menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik agar tidak terjadi kemacetan parah di sejumlah titik rawan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung berbagai skema diskon transportasi menjelang Lebaran. Tidak hanya tol, insentif juga mencakup pesawat, kereta api, dan angkutan laut serta darat lainnya.

“Untuk menjelang hari raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan,” ujar Airlangga.

Total anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk mendukung paket insentif transportasi mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar Rp200 miliar. 

Namun, detail pelaksanaan, termasuk ruas tol yang mendapatkan diskon, besaran potongan, dan durasi pemberlakuan, masih menunggu pengumuman resmi melalui platform daring masing-masing moda transportasi.

Diskon Tol sebagai Strategi Kelancaran Mudik

Airlangga menekankan bahwa seluruh informasi mengenai diskon transportasi akan diumumkan secara terintegrasi melalui sistem pemesanan online. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih efisien sekaligus memanfaatkan potongan biaya.

“Nanti akan ada jadwalnya, karena transportasi kan bisa dipesan secara online. Tentu melalui website penerbangan, kereta api, maupun kapal laut,” jelas Airlangga.

Strategi pemberian diskon tol tidak semata-mata sebagai insentif harga, tetapi juga berfungsi mengatur distribusi perjalanan agar kendaraan tidak menumpuk pada waktu tertentu. Dengan demikian, risiko kemacetan parah di jalur utama mudik bisa diminimalkan.

Persiapan Operator Jalan Tol

Dari sisi operator, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan hingga saat ini belum menerima arahan resmi terkait mekanisme implementasi diskon tol Lebaran 2026. Meski demikian, perusahaan sudah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menekankan bahwa pemberian diskon merupakan bagian dari strategi manajemen lalu lintas, bukan sekadar potongan harga. Dengan pengaturan distribusi waktu perjalanan, arus kendaraan bisa lebih merata dan mengurangi kepadatan di jam-jam sibuk.

“Pemberian diskon itu bukan sekadar diskon, tetapi untuk mengatur distribusi waktu perjalanan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada hari tertentu,” ujarnya.

Selain skema diskon, Jasa Marga juga akan membuka empat ruas tol fungsional secara gratis selama periode mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini merupakan langkah tambahan untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan mengurai kepadatan di jalur utama.

Ruas Tol Fungsional Gratis

4 ruas tol fungsional yang dibuka gratis memiliki total panjang 121,64 kilometer. Keempat ruas tersebut meliputi:

Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan)

Tol Yogyakarta–Bawen segmen Ambarawa–Bawen

Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani

Tol Probolinggo–Banyuwangi tahap awal Probolinggo–Besuki

Rivan menegaskan, keberadaan ruas tol fungsional gratis ini diharapkan menjadi solusi sementara untuk mendukung kelancaran arus mudik, terutama di titik-titik rawan macet. Ruas tol tersebut juga memberi alternatif bagi pemudik sembari menunggu ruas tol beroperasi penuh secara komersial.

Manfaat Insentif Transportasi Lebaran

Paket insentif transportasi yang disiapkan pemerintah diharapkan dapat meringankan biaya mudik masyarakat sekaligus menata arus lalu lintas secara lebih efektif. 

Kombinasi diskon tarif tol, layanan angkutan publik, dan pembukaan ruas tol fungsional gratis dirancang untuk memberikan pengalaman mudik yang lebih nyaman dan aman.

Selain itu, penggunaan sistem daring untuk mengakses informasi diskon dan pemesanan transportasi memungkinkan masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih matang. Hal ini diyakini dapat mengurangi risiko penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu, serta mengefektifkan distribusi arus mudik dan arus balik.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap mudik Lebaran 2026 bisa berjalan lancar, biaya perjalanan lebih terjangkau, dan kepadatan di jalur utama tol dapat diminimalkan. 

Strategi ini sekaligus menegaskan pentingnya integrasi antara kebijakan fiskal, manajemen transportasi, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Terkini