Usia Paling Sehat Secara Fisik Menurut Penelitian Panjang

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02:41 WIB
Usia Paling Sehat Secara Fisik Menurut Penelitian Panjang

JAKARTA - Kondisi fisik manusia tidak terbentuk dalam semalam. Ia adalah hasil dari perjalanan panjang tubuh beradaptasi dengan aktivitas, kebiasaan, serta waktu. 

Banyak orang bertanya-tanya, kapan sebenarnya tubuh berada di titik paling optimal saat kekuatan, daya tahan, dan kebugaran menyatu dalam performa terbaik. 

Rasa penasaran ini akhirnya terjawab lewat sebuah penelitian jangka panjang yang menelusuri perubahan fisik manusia dari masa remaja hingga usia dewasa lanjut.

Studi tersebut memberikan gambaran utuh tentang bagaimana tubuh berkembang, mencapai puncaknya, lalu perlahan mengalami penurunan. Menariknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita mengalami puncak kebugaran fisik pada rentang usia yang sama. Temuan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa perbedaan gender sangat menentukan masa keemasan kondisi fisik seseorang.

Penelitian Panjang Mengamati Perubahan Tubuh Manusia

Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu yang sangat panjang, yakni selama 47 tahun. Sebanyak 427 partisipan dilibatkan dan dipantau secara konsisten sejak usia 16 tahun hingga mencapai usia 63 tahun. 

Selama masa pengamatan, para peneliti secara rutin mencatat perubahan fisik dasar seperti tinggi dan berat badan, sekaligus mengukur kemampuan kebugaran secara lebih mendalam.

Uji kebugaran dilakukan melalui tes daya tahan aerobik menggunakan sepeda statis, serta pengukuran kekuatan otot lewat latihan angkat beban, khususnya bench press. 

Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat gambaran menyeluruh tentang kapasitas tubuh dalam menghasilkan tenaga, mempertahankan stamina, serta beradaptasi terhadap beban fisik dari waktu ke waktu.

Dengan metode pengamatan jangka panjang dan pengukuran berulang, hasil penelitian ini dinilai memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Data yang terkumpul tidak hanya menunjukkan perubahan sesaat, tetapi benar-benar merekam perjalanan fisik manusia dari masa muda hingga usia dewasa.

Usia Puncak Kebugaran Fisik Pria Dan Wanita

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle menunjukkan bahwa usia 35 tahun merupakan periode ketika performa fisik manusia berada pada titik tertinggi. Pada usia ini, kapasitas aerobik, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh berada dalam kondisi paling optimal, baik pada pria maupun wanita.

Para peneliti juga menegaskan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara pria dan wanita dalam pola penurunan kebugaran seiring bertambahnya usia. 

"Tidak ditemukan perbedaan antara pria dan wanita dalam pola penurunan kebugaran seiring bertambahnya usia," tulis para peneliti.

Temuan ini menyoroti bahwa faktor usia memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan perbedaan biologis gender dalam menentukan puncak dan penurunan kebugaran fisik. Dengan kata lain, tubuh manusia terlepas dari jenis kelamin mengikuti pola alami yang relatif serupa dalam hal performa fisik.

Peran Aktivitas Fisik Sejak Usia Muda

Meski penurunan kondisi fisik seiring bertambahnya usia merupakan hal yang tak terhindarkan, penelitian ini menegaskan bahwa gaya hidup aktif dapat memperlambat proses tersebut. Bahkan, dampak positif aktivitas fisik akan terasa lebih besar jika kebiasaan bergerak sudah dibangun sejak usia muda.

Dalam laporan penelitian disebutkan, "Individu yang aktif secara fisik di waktu luang sejak usia 16 tahun terbukti dapat mempertahankan kapasitas aerobik, daya tahan otot, dan kekuatan otot yang lebih baik sepanjang masa pengamatan." 

Pernyataan ini memperkuat pentingnya membangun rutinitas olahraga sejak masa remaja.

Aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten membantu tubuh beradaptasi dengan beban dan tekanan, sehingga fungsi organ dan otot tetap terjaga lebih lama. Pola hidup aktif tidak hanya berdampak pada performa fisik saat muda, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan tubuh di masa depan.

Tidak Terlambat Menjaga Performa Tubuh

Meskipun usia 35 tahun disebut sebagai masa puncak kebugaran, bukan berarti kondisi fisik akan langsung menurun drastis setelah melewati fase tersebut. Penelitian ini justru memberikan pesan optimistis bahwa menjaga aktivitas fisik tetap memberikan manfaat, bahkan ketika seseorang memulainya di usia yang lebih matang.

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai bergerak. Studi kami menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat memperlambat penurunan performa tubuh, meskipun tidak bisa menghentikannya sepenuhnya," ujar Maria Westerståhl.

Pernyataan ini menegaskan bahwa olahraga bukan hanya soal mencapai performa terbaik, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup. Dengan tetap aktif, tubuh memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kekuatan, daya tahan, serta fungsi fisik dalam jangka panjang. 

Penelitian ini pun menjadi pengingat bahwa kebiasaan sehat, sekecil apa pun, memiliki dampak besar terhadap perjalanan fisik manusia sepanjang hidup.

Terkini