Genjot Ketahanan Energi, Henry Indraguna Dukung Bahlil Bangun Storage BBM

Jumat, 13 Februari 2026 | 09:57:40 WIB
Genjot Ketahanan Energi, Henry Indraguna Dukung Bahlil Bangun Storage BBM

JAKARTA - Di tengah tantangan global dan fluktuasi pasokan energi dunia, penguatan cadangan bahan bakar minyak menjadi isu strategis yang tak bisa ditunda. 

Pemerintah berupaya mempertebal ketahanan energi nasional melalui pembangunan fasilitas penyimpanan BBM di berbagai daerah. 

Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dalam berbagai situasi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diyakini mampu melaksanakan arahan Presiden Prabowo untuk membangun fasilitas penyimpanan (storage) BBM di 18 daerah pada tahun 2026. Keyakinan itu datang dari Pemerhati Kebijakan Publik Prof Henry Indraguna.

 Menurut dia, Menteri Bahlil bakalan mampu merealisasikan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya Asta kedua, yakni Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Selain itu juga Asta Cita kelima, yaitu Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

"Perintah Presiden agar Kementerian ESDM segera merealisasikan pembangunan fasilitas storage baru BBM di 18 daerah merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan dan menjamin ketahanan energi nasional," ujar Prof Henry, Kamis (12/2/2026).

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menginstruksikan agar ketahanan energi nasional dapat ditingkatkan dari 21 hari menjadi 3 bulan.

Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perintah Kepala Negara tersebut menjadi salah satu dari empat fokus kebijakan energi pemerintahan Presiden Prabowo.

Penguatan Ketahanan Energi Nasional

Bahlil membeberkan selama ini ketahanan energi nasional berada di kisaran 21 hari dan diharapkan dengan pembangunan storage itu bisa meningkat sesuai standar internasional menjadi 3 bulan.

Selain ketahanan energi, Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan, fokus kebijakan energi ke depan juga meliputi kedaulatan energi tanpa ada intervensi pihak lain, kemandirian energi, dan swasembada energi.

“Kemandirian energi itu menjadi prioritas utama Bapak Presiden. Kita semua tahu. Republik ini masih impor BBM kurang lebih 30 juta kiloliter, baik solar maupun bensin. Kemudian, kita harus bertekad bisa swasembada energi. Dan pastinya, kami akan melakukan bertahap dan tujuan pada akhirnya adalah swasembada sesuai Asta Cita Presiden,” tegas Bahlil.

Henry yang juga Penasihat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar memuji langkah tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menguatkan stok nasional demi kedaulatan dan ketahanan energi.

Investasi Besar Dan Dampak Ekonomi

Dia meyakini proyek strategis yang menelan investasi sebesar Rp72 Triliun itu akan berkontribusi positif bagi Indonesia di masa depan, menjamin stabilitas nasional dan memberikan insentif signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti obsesi Presiden dengan mampu mencapai angka pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Mengacu data Kementerian ESDM, proyek ini masuk dalam daftar prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional dengan investasi senilai Rp72 Triliun dengan potensi serapan tenaga kerja 6.960 orang.

Hal ini juga turut memberikan efek ganda bagi kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran yang saat ini juga menjadi tantangan Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Profesor dan Guru Besar Unissula Semarang ini meyakini proyek yang masuk dalam daftar prioritas yang dikaji oleh Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai bagian dari hilirisasi dan ketahanan energi akan mendapatkan prioritas perhatian melihat kepentingannya dan segera terealiasi.

Sebaran Proyek Di Berbagai Wilayah

Adapun sebaran dari pembangunan fasilitas storage baru BBM di 18 wilayah merata dari Barat hingga Timur Indonesia. Proyek ini direncanakan tersebar di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, dan Fakfak.

Dengan demikian juga akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

Doktor Ilmu Hukum UNS Surakarta dan Universitas Borobudur Jakarta ini menyebut investasi Rp72 Triliun ini juga menjadi jaminan keamanan bagi masa depan industri dan mobilitas masyarakat, termasuk generasi muda.

Selain itu, faktor stabilitas energi menjadi daya ungkit utama untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Dengan meningkatnya ketahanan stok hingga 90 hari, Indonesia tentu memiliki keunggulan untuk bersaing dalam kompetisi ekonomi dunia yang makin ketat," katanya.

Ketua DPP Ormas MKGR ini menambahkan dengan ketahanan stok akan memastikan kelancaran distribusi logistik dan aktivitas ekonomi industri serta rumah tangga selain memastikan terjadinya keadilan sosial dan ekonomi daerah.

"Seperti BBM Satu Harga, masyarakat di seluruh wilayah, termasuk 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) akan mendapatkan akses energi yang setara yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tutur Waketum DPP Bapera yang juga pembina politik Golkar di Dapil Solo Raya ini.

Melalui proyek ini, pemerintah berharap fondasi ketahanan energi nasional semakin kokoh. Pembangunan fasilitas penyimpanan BBM bukan hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar menuju kemandirian dan swasembada energi sebagaimana dicanangkan dalam Asta Cita Presiden.

Terkini