Kredit Tanpa Agunan Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan dan Syaratnya

Senin, 16 Februari 2026 | 15:41:47 WIB
kredit tanpa agunan adalah

Jakarta - Kredit tanpa agunan adalah salah satu solusi pembiayaan yang kini semakin diminati karena prosesnya praktis dan tidak memerlukan jaminan aset. 

Saat ini, pilihan produk pinjaman pun semakin beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah, termasuk jenis pembiayaan seperti KTA yang menawarkan kemudahan serta fleksibilitas penggunaan dana.

Jika kamu masih merasa ragu atau belum memahami detail produknya, pembahasan berikut akan menguraikan berbagai informasi penting yang mungkin sedang kamu cari. 

Simak penjelasan lengkapnya sampai akhir agar semakin paham bagaimana kredit tanpa agunan adalah opsi yang bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan finansialmu.

Pengertian Kredit Tanpa Agunan Adalah

Kini nasabah tidak lagi harus menyiapkan aset atau barang berharga saat ingin mengajukan pinjaman. 

Pasalnya, kredit tanpa agunan adalah produk pembiayaan yang tidak mensyaratkan jaminan seperti sertifikat rumah atau kendaraan.

Jenis pinjaman ini dirancang untuk memudahkan mereka yang sedang membutuhkan dana cepat. 

Meski tanpa jaminan, tetap ada ketentuan administrasi yang perlu dipenuhi, namun umumnya persyaratannya relatif sederhana.

Bank juga tidak serta-merta menyetujui pengajuan. Pihak pemberi pinjaman akan meninjau rekam jejak kredit pemohon terlebih dahulu, biasanya melalui riwayat cicilan lain seperti KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman digital yang pernah digunakan.

Dana dari fasilitas ini pun dapat dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan produktif maupun konsumtif, dengan plafon pinjaman yang saat ini bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung kebijakan masing-masing bank.

Karakteristik Kredit Tanpa Agunan

Pinjaman tanpa jaminan memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari produk pembiayaan lain. Berikut beberapa karakter utamanya:

  • Tidak mensyaratkan penyerahan aset seperti rumah, kendaraan, atau sertifikat sebagai jaminan.
  • Proses pengajuan dan persetujuannya relatif lebih sederhana serta memakan waktu lebih singkat.
  • Dana dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif.
  • Biaya administrasi dan provisi umumnya langsung dipotong dari rekening penerima pinjaman.
  • Plafon yang disetujui biasanya bisa dicairkan dalam bentuk tunai.
  • Perhitungan bunga mengikuti kebijakan dan ketentuan masing-masing lembaga keuangan.
  • Pengajuannya terbuka bagi beragam profesi, mulai dari karyawan, pelaku usaha, hingga tenaga profesional.

Dasar Hukum Kredit Tanpa Agunan

Produk ini dinyatakan sah sepanjang ditawarkan oleh institusi yang terdaftar dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Legalitas tersebut menjadi landasan penting agar layanan berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Dalam Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998, tidak ada ketentuan yang secara mutlak mewajibkan adanya jaminan fisik. 

Artinya, pembiayaan tetap dianggap sah selama memenuhi unsur perjanjian, mematuhi prinsip kehati-hatian, serta mengikuti prinsip syariah apabila diterapkan.

Kepercayaan terhadap kemampuan serta itikad baik peminjam menjadi faktor utama dalam persetujuan kredit. Jaminan kebendaan bukanlah unsur pokok, melainkan hanya pelengkap.

Lalu bagaimana jika debitur tidak memenuhi kewajibannya? Karena skema ini merujuk pada jaminan umum sebagaimana diatur dalam Pasal 1131 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, posisi lembaga pemberi pinjaman tergolong sebagai kreditur konkuren.

Konsekuensinya, pihak pemberi dana tidak dapat langsung mengeksekusi harta milik debitur tanpa proses hukum. 

Langkah yang dapat ditempuh adalah mengajukan gugatan wanprestasi ke Pengadilan Negeri untuk lembaga konvensional atau Pengadilan Agama bagi lembaga berbasis syariah, sekaligus memohon penetapan sita jaminan atas aset debitur.

Sita tersebut bertujuan menjaga agar harta yang disengketakan tidak dialihkan selama proses hukum berlangsung. 

Baik aset bergerak maupun tidak bergerak dapat dibekukan sementara waktu, sehingga tidak dapat dijual atau dipindahtangankan hingga ada putusan berkekuatan hukum tetap.

Apa Saja Ragam KTA yang Tersedia?

Di Indonesia, terdapat sedikitnya lima jenis pinjaman tanpa jaminan yang cukup dikenal masyarakat. Berikut penjelasan masing-masing kategorinya.

KTA Dana Cepat
Jenis ini termasuk yang paling banyak diminati. Proses pencairannya relatif singkat, bahkan bisa kurang dari satu minggu. 

Fasilitas ini cocok bagi mereka yang membutuhkan dana darurat dalam waktu cepat. Nominal pinjamannya pun bisa cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembiayaan.

KTA Tenor Panjang
Sesuai namanya, produk ini menawarkan masa pelunasan yang lebih lama. Dengan tenor yang panjang, cicilan per bulan menjadi lebih ringan. Saat ini tersedia pilihan jangka waktu hingga sekitar tiga tahun. 

Skema ini sesuai untuk peminjam yang memerlukan dana besar dengan waktu pengembalian yang lebih fleksibel, termasuk untuk kebutuhan modal usaha yang umumnya membutuhkan jumlah cukup signifikan.

KTA Early Payment Fee
Jenis ini mungkin belum terlalu populer. Konsepnya memberikan keleluasaan bagi nasabah yang ingin melunasi pinjaman lebih cepat dari jadwal tanpa dikenakan penalti. 

Berbeda dengan beberapa bank yang menerapkan denda percepatan pelunasan, pada produk ini nasabah dapat menyelesaikan kewajiban lebih awal tanpa biaya tambahan.

KTA Payroll
Sering juga disebut pinjaman berbasis gaji. Skema ini diperuntukkan bagi nasabah yang menyalurkan penghasilannya melalui rekening bank pemberi pinjaman.

Dengan sistem payroll, pihak bank dapat memantau pemasukan rutin setiap bulan sehingga lebih yakin terhadap kemampuan bayar nasabah. Salah satu keunggulannya adalah penawaran bunga yang relatif kompetitif.

KTA Tanpa Kartu Kredit
Pada umumnya, pengajuan pinjaman dengan plafon besar mensyaratkan kepemilikan kartu kredit sebagai referensi riwayat kredit. Namun, tipe ini tidak menjadikannya sebagai syarat utama. 

Produk ini cocok bagi mereka yang tidak memiliki atau tidak ingin mengajukan kartu kredit terlebih dahulu. Meski demikian, proses pengajuannya tetap mengikuti prosedur standar, dan besaran bunga bervariasi sesuai kebijakan masing-masing bank.

Tujuan Pengajuan KTA

Fasilitas pembiayaan ini dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan. Seperti dijelaskan sebelumnya, plafon yang ditawarkan saat ini bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah sehingga cukup membantu memenuhi kebutuhan dana dalam jumlah besar.

Berikut sejumlah tujuan pengajuan pinjaman tanpa jaminan yang umum dilakukan masyarakat di Indonesia:

1. Renovasi Hunian
Biaya memperbaiki atau memperbarui rumah kini tidak sedikit, bahkan bisa menembus puluhan hingga ratusan juta rupiah. 

Dibanding menunggu tabungan terkumpul dalam waktu lama, sebagian orang memilih mengajukan pinjaman agar proses renovasi dapat segera direalisasikan. 

Dana tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki seluruh bagian rumah atau hanya ruangan tertentu sesuai prioritas dan kebutuhan.

2. Tambahan Modal Usaha
Memulai atau mengembangkan bisnis kini dapat dilakukan tanpa harus menjaminkan aset berharga. 

Pinjaman tanpa agunan kerap menjadi alternatif untuk memperoleh tambahan modal, termasuk bagi pelaku UMKM. 

Penting untuk terlebih dahulu menentukan jenis usaha serta menghitung kebutuhan dananya, kemudian memilih bank yang menyediakan plafon sesuai rencana pengembangan bisnis.

3. Kebutuhan Perjalanan
Sebagian orang memanfaatkan fasilitas ini untuk membiayai liburan, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. 

Dengan perencanaan anggaran yang matang dan penentuan destinasi sejak awal, dana pinjaman dapat dialokasikan secara terukur. Beberapa penawaran bahkan cukup untuk perjalanan dengan konsep premium.

4. Modifikasi Kendaraan
Apabila dana pribadi belum mencukupi untuk melakukan ubahan pada mobil atau motor besar, pinjaman ini bisa menjadi opsi pembiayaan. 

Nominal yang tersedia memungkinkan pemilik kendaraan melakukan modifikasi sesuai konsep yang diinginkan, mengingat biayanya dapat mencapai puluhan juta rupiah tergantung tingkat perubahan yang dilakukan.

5. Biaya Resepsi Pernikahan
Persiapan pernikahan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit karena mencakup banyak komponen, mulai dari sewa gedung hingga kebutuhan acara lainnya. Total biaya bahkan bisa menyentuh ratusan juta rupiah. 

Untuk menutup kekurangan dana, sebagian calon pengantin memilih mengajukan pinjaman. Langkah yang bijak adalah menyusun rincian kebutuhan terlebih dahulu, lalu menyesuaikan jumlah pengajuan dengan anggaran yang telah dihitung secara cermat.

Persyaratan KTA

Sebelum memutuskan untuk mengajukan fasilitas pinjaman, sebaiknya pahami terlebih dahulu ketentuan yang berlaku. Setiap bank maupun jenis produk memiliki syarat yang bisa saja berbeda satu sama lain.

Berikut gambaran umum persyaratan yang biasanya perlu dipersiapkan:

Domisili Pemohon
Tidak seluruh produk pinjaman tanpa jaminan tersedia di semua wilayah. Karena itu, penting untuk memastikan area tempat tinggal kamu termasuk dalam cakupan layanan bank yang dipilih. 

Informasi mengenai batasan domisili umumnya dapat dicek melalui situs resmi atau kantor cabang terkait.

e-KTP dan NPWP
Dokumen identitas yang diminta saat ini adalah e-KTP sesuai aturan administrasi terbaru. Selain itu, sejumlah bank juga mensyaratkan NPWP sebagai bagian dari kelengkapan berkas pengajuan. 

Namun, ada pula lembaga keuangan yang tidak menjadikan NPWP sebagai persyaratan mutlak, tergantung kebijakan masing-masing.

Penghasilan Rutin
Calon peminjam umumnya harus memiliki pendapatan tetap setiap bulan. Besaran minimal penghasilan yang dipersyaratkan berbeda-beda, menyesuaikan dengan kebijakan bank serta jenis produk yang diajukan. 

Bukti penghasilan biasanya diperlukan untuk menilai kemampuan membayar cicilan.

Kepemilikan Kartu Kredit
Untuk plafon pinjaman dalam jumlah besar, beberapa bank mewajibkan pemohon memiliki kartu kredit aktif. 

Selain itu, sering kali ada ketentuan mengenai batas minimal limit kartu kredit yang harus dipenuhi. 

Syarat ini digunakan sebagai salah satu indikator riwayat dan kelayakan kredit nasabah.

Kelebihan Kredit Tanpa Agunan

Pinjaman tanpa jaminan menawarkan sejumlah keuntungan bagi pihak peminjam, di antaranya:

  • Proses pengajuan relatif praktis dan tidak memakan waktu lama karena tidak ada penilaian aset yang dijadikan jaminan.
  • Membuka akses pendanaan bagi individu yang tidak memiliki barang bernilai tinggi untuk diagunkan.
  • Dana yang diperoleh dapat digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan, baik untuk keperluan pribadi maupun produktif.
  • Tidak ada aset tertentu yang diikat, sehingga risiko kehilangan harta akibat gagal bayar lebih kecil dibanding kredit beragunan.
  • Tepat dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak yang memerlukan pencairan cepat.
  • Tersedia beragam pilihan plafon sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing pemohon.

Kekurangan Kredit Tanpa Agunan

Di sisi lain, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengajukan fasilitas ini:

  • Suku bunga umumnya lebih tinggi dibandingkan pinjaman dengan jaminan.
  • Plafon pembiayaan biasanya terbatas karena pihak pemberi pinjaman mempertimbangkan risiko gagal bayar.
  • Beban cicilan bisa memengaruhi kondisi keuangan, terutama jika pendapatan tidak stabil.
  • Kurang ideal untuk pembiayaan bernilai besar seperti pembelian properti atau kendaraan mahal, karena tanpa jaminan peluang memperoleh nominal besar cenderung lebih kecil.
  • Tingkat risikonya dinilai lebih tinggi dibandingkan kredit yang disertai agunan.

Sebagai penutup, berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat dipahami bahwa kredit tanpa agunan adalah pilihan pendanaan yang memudahkan pencairan dana tanpa keharusan menyerahkan aset sebagai jaminan. 

Meski menawarkan proses yang ringkas dan cepat, keputusan untuk menggunakannya tetap perlu direncanakan secara bijak agar tidak menimbulkan tekanan pada kondisi keuangan di masa mendatang.

Terkini