KEK ETKI Banten Fokus Kesehatan Pendidikan Tarik Investasi Global

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:14:53 WIB
KEK ETKI Banten Fokus Kesehatan Pendidikan Tarik Investasi Global

JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional atau KEK ETKI Banten yang juga dikenal sebagai D-HUB Special Economic Zone menegaskan arah pengembangannya pada tahun ini dengan memprioritaskan sektor kesehatan dan pendidikan. 

Langkah ini diambil sebagai strategi memperkuat daya saing nasional sekaligus menjawab kebutuhan layanan berkualitas di dalam negeri.

"Untuk di tahun ini sektor yang masih kita coba fokuskan sektor kesehatan, mengingat sektor kesehatan secara benefit memang paling maksimal diberikan oleh pemerintah. Jadi tahun ini kita berharap untuk semua tenan di gedung Biomedical Campus sudah bisa open, sudah bisa beroperasi. Di samping kita memang masih berdiskusi dengan beberapa mitra untuk rumah sakit internasional," ujar Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten Lindawaty.

Selain kesehatan, pendidikan menjadi perhatian utama berikutnya. Lindawaty menegaskan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pendidikan bertaraf global.

"Karena kita memang juga sedang menindaklanjuti arahan dari Pak Presiden Prabowo terkait kunjungan ke Inggris bulan Januari lalu, di mana memang diharapkan pemerintah itu bisa membawa 10 universitas asing ke Indonesia. Salah satu lokasi yang paling cocok ya memang di KEK, karena dengan KEK sendiri kemudahan-kemudahannya (benefit) tentunya mendukung target tersebut," katanya.

Peresmian dan Target Investasi Jangka Panjang

KEK ETKI Banten diresmikan pada 7 Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2024 sebagai satu-satunya KEK di wilayah Jabodetabek. Kehadirannya menandai komitmen pemerintah dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi berbasis sektor bernilai tambah tinggi.

"Secara investasi kita sudah mengumpulkan investasi Rp1,19 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 830 orang pada tahun 2025 dengan target jangka panjang KEK itu di Rp18,8 triliun sampai dengan 20 tahun ke depan," kata Lindawaty.

Selain sektor kesehatan sebagai prioritas, KEK ETKI Banten turut mengembangkan pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif. Kombinasi ini diharapkan mampu menjadikan BSD City sebagai pusat strategis bagi peluang nasional maupun global.

Indonesia dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan 70 persen di antaranya berada pada usia produktif, memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan industri bernilai tinggi serta memperkuat daya saing global.

Potensi Besar Sektor Kesehatan Nasional

Salah satu latar belakang penguatan sektor kesehatan adalah tingginya jumlah warga Indonesia yang berobat ke luar negeri. Lebih dari dua juta warga Indonesia menghabiskan sekitar 11,5 miliar dolar AS per tahun untuk layanan kesehatan di luar negeri, dengan lebih dari 75 persen berasal dari kalangan menengah ke atas.

Arus devisa yang keluar tersebut mencerminkan adanya kebutuhan mendesak menghadirkan fasilitas kesehatan berstandar internasional di dalam negeri. KEK ETKI Banten diposisikan sebagai jawaban atas tantangan tersebut melalui pengembangan infrastruktur medis modern dan kolaborasi global.

Pemerintah mengoptimalkan peluang ini melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus sebagai motor penggerak ekonomi. Salah satunya adalah KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten di BSD City yang diharapkan mampu menarik investasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

Sementara sektor kesehatan menjadi fokus utama, pengembangan sektor pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif tetap berjalan untuk menciptakan ekosistem terintegrasi yang berkelanjutan.

Fasilitas Strategis dan Dampak Ekonomi Nasional

BSD City menyediakan lahan seluas 60 hektare khusus untuk pengembangan KEK ETKI Banten. Lokasinya yang hanya sekitar 30 menit dari Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta menjadi nilai tambah strategis bagi investor dan mitra global.

Kawasan ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 13.000 lapangan kerja baru bagi lebih dari 32 juta masyarakat Jabodetabek serta memberikan dampak ekonomi secara nasional. Infrastruktur modern yang disiapkan dirancang untuk mendukung aktivitas pendidikan, riset, layanan kesehatan, dan inovasi teknologi.

Selain itu, kawasan ini menawarkan berbagai kemudahan fasilitas investasi bagi investor global. Insentif fiskal yang diberikan meliputi tax holiday atau tax allowance, pembebasan PPN, pajak barang mewah, bea masuk, serta cukai.

Adapun insentif non-fiskal mencakup perizinan dan birokrasi yang lebih sederhana, kemudahan imigrasi, kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja, hingga dukungan tata ruang yang terintegrasi. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mempercepat realisasi investasi dan memastikan keberlanjutan pengembangan kawasan.

Melalui kombinasi kebijakan strategis, dukungan regulasi, dan kolaborasi global, KEK ETKI Banten diarahkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang tidak hanya menahan arus devisa keluar, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi dan pendidikan internasional.

Terkini