Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 12:12:47 WIB
Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik

JAKARTA - Di tengah lonjakan harga minyak dunia yang disebabkan oleh ketegangan di Timur Tengah, PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa mereka belum berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. 

Lonjakan harga minyak dunia ini terjadi setelah serangan militer gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas militer di Iran, yang kemudian memicu ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur strategis untuk ekspor minyak global.

Namun, meskipun harga minyak global melonjak dan telah melampaui asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026, Pertamina tetap berfokus pada kestabilan pasokan energi domestik, terlebih dengan datangnya periode libur Idulfitri yang diprediksi akan meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan.

Kesiapan Pertamina Menghadapi Arus Mudik dan Libur Lebaran

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa meskipun ada ketegangan global yang memengaruhi harga minyak, stok BBM di Indonesia tetap terkendali. 

“Stok untuk Ramadan dan Idulfitri aman, Insya Allah bisa berjalan dengan baik,” ujar Baron.

Pernyataan ini menyusul lonjakan harga minyak global yang sudah melebihi batas ICP yang ditetapkan dalam APBN 2026, yang dipatok di angka US$70 per barel. 

Saat ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di atas US$71 per barel, sementara minyak Brent juga menyentuh harga sekitar US$78 per barel. Meski begitu, Pertamina memastikan bahwa stabilitas pasokan bahan bakar akan tetap terjaga, dengan fokus utama pada kesiapan menghadapi arus mudik Idulfitri yang akan datang.

Alternatif Sumber Impor Minyak Mentah

Pertamina juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mencari alternatif impor minyak mentah di tengah ketidakpastian yang timbul akibat ketegangan di Timur Tengah. Saat ini, hanya 19% dari total impor minyak Indonesia yang berasal dari kawasan Timur Tengah, sementara sebagian besar lainnya berasal dari wilayah lain. 

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz, Pertamina telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah untuk mencari solusi alternatif.

“Kami akan terus mengupdate media terkait alternatif-alternatif yang sedang kami lakukan,” tambah Baron. Pertamina memastikan bahwa proses impor dilakukan sesuai dengan tata kelola yang baik untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap terjamin.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menambahkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan rencana mitigasi untuk mengalihkan impor minyak mentah dari Timur Tengah ke negara-negara lain seperti Amerika Serikat (AS).

 Bahlil juga menekankan bahwa meskipun ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah, impor bahan bakar minyak seperti bensin dan solar yang dilakukan oleh Indonesia tidak terpengaruh karena berasal dari Asia Tenggara, bukan Timur Tengah.

Impor LPG dan Diversifikasi Sumber Energi

Selain itu, Bahlil juga menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi dampak ketegangan regional terhadap impor LPG. Indonesia mengimpor sekitar 7,3 juta ton LPG setiap tahun, dan 70% dari jumlah tersebut berasal dari Amerika Serikat. 

Dengan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya setelah serangan rudal yang menutup kilang Aramco, pemerintah Indonesia berencana untuk mengalihkan sebagian pasokan LPG dari Aramco ke negara lain.

“Kami akan melakukan diversifikasi sumber impor LPG untuk meminimalkan risiko yang muncul akibat ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz,” ungkap Bahlil. 

Meskipun beliau tidak merinci negara pengganti yang dimaksud, langkah ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi domestik tanpa tergantung pada satu sumber.

Kesiapan Pemerintah Menghadapi Ketegangan Global

Bahkan di tengah lonjakan harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah, pemerintah Indonesia dan Pertamina berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan energi nasional tetap terjaga.

 Pemerintah sudah memiliki langkah-langkah antisipasi, termasuk dengan diversifikasi sumber energi dan memperkuat kebijakan mitigasi yang akan mengurangi dampak fluktuasi harga energi dunia terhadap konsumen domestik.

Bahlil juga menyebutkan bahwa langkah-langkah mitigasi untuk mengalihkan impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat sedang dipersiapkan, meskipun proses ini akan memakan waktu. 

Selain itu, ia menambahkan bahwa pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan stabilitas energi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Dengan langkah-langkah mitigasi ini, pemerintah berusaha menjaga kestabilan pasokan energi untuk masyarakat Indonesia, termasuk dalam menghadapi lonjakan permintaan pada periode Ramadan dan Idulfitri.

Terkini