Saham Midi Utama Bisa Naik, Laba Besar Djoko Susanto

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:00:50 WIB
Saham Midi Utama Bisa Naik, Laba Besar Djoko Susanto

JAKARTA - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pengelola Alfamidi milik konglomerat Djoko Susanto, mencatat kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang 2025. 

Perusahaan ini berhasil meraup laba besar usai menjual Lawson, yang berdampak pada prospek kenaikan harga saham hingga 83 persen. 

Lonjakan laba bersih MIDI menunjukkan strategi korporasi yang tepat dalam merestrukturisasi portofolio dan memperkuat posisi di sektor ritel kebutuhan pokok.

Kinerja positif ini juga menjadi indikator bahwa sektor ritel, terutama yang fokus pada kebutuhan sehari-hari, tetap tangguh di tengah dinamika ekonomi. Investor kini menaruh perhatian lebih pada saham MIDI, melihat profil bisnis defensifnya serta potensi pertumbuhan laba yang solid.

Kinerja keuangan MIDI sepanjang 2025

MIDI membukukan laba bersih Rp 202 miliar pada kuartal IV-2025, tumbuh 153% secara tahunan (yoy) dan 1% secara kuartalan (qoq). Total laba bersih selama 2025 mencapai Rp 792 miliar, meningkat 45% yoy. 

Stockbit Sekuritas mencatat, “Perolehan laba bersih tersebut melampaui ekspektasi, karena mencapai 107% dari estimasi konsensus 2025.”

Lonjakan laba bersih ini terutama dipicu oleh hilangnya kerugian dari Lawson setelah divestasi pada Mei 2025. Jika mengecualikan Lawson, laba bersih kuartal IV-2025 tetap sebesar Rp 202 miliar, sedangkan sepanjang 2025 mencapai Rp 838 miliar. 

Artinya, pertumbuhan laba bersih mencapai 39% yoy dibandingkan kuartal IV-2024 dan 18% yoy dibandingkan sepanjang 2024, tanpa memperhitungkan Lawson.

Secara operasional, pertumbuhan pendapatan MIDI relatif moderat, sekitar 3% yoy pada kuartal IV-2025, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 27%. Pertumbuhan ini didukung ekspansi gerai sebanyak 60 unit baru pada kuartal tersebut. 

Meskipun same-store sales growth (SSSG) kontraksi 0,39% yoy karena efek high base, manajemen menargetkan SSSG mid–single digit di 2026. Data Februari 2026 menunjukkan SSSG sebesar 9,05% yoy.

Strategi saham dan rekomendasi analis

BRI Danareksa Sekuritas menempatkan MIDI sebagai prioritas utama di sektor ritel, dengan rekomendasi overweight. 

Analis Christy Halim dan Sabela Nur Amalina menilai sektor ritel akan mengalami pemulihan bertahap di 2026, seiring akselerasi kebijakan fiskal serta perbaikan kondisi ketenagakerjaan dan upah riil.

Dengan valuasi saham yang telah terkoreksi dan ekspektasi konsensus yang relatif konservatif, profil risk-reward sektor ini dianggap semakin menarik. 

Profil bisnis MIDI yang defensif, fokus pada kebutuhan pokok, serta proyeksi pertumbuhan laba 16,4% pada 2026 menjadikan saham ini pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas sekaligus potensi keuntungan.

Selain MIDI, saham lain di sektor ritel yang direkomendasikan adalah Map Aktif Adiperkasa (MAPA), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Aspirasi Hidup Indonesia (ACES). Urutannya berdasarkan preferensi investasi: MIDI > MAPA > MAPI > ACES, dengan rekomendasi buy.

Potensi kenaikan harga saham MIDI

Target harga saham MIDI ditetapkan tinggi, mencapai Rp 550 per saham. Pada perdagangan Rabu (25/3/2026), harga saham MIDI melonjak 8,7% ke level Rp 300, sehingga masih menyisakan potensi kenaikan 83%. Sementara target harga saham MAPA, MAPI, dan ACES masing-masing Rp 800, Rp 1.400, dan Rp 550.

Lonjakan ini menunjukkan sentimen positif investor terhadap kinerja fundamental MIDI, terutama setelah penjualan Lawson dan ekspansi gerai baru. Investor kini melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan dari saham yang memiliki proyeksi pertumbuhan stabil dan didukung strategi manajemen yang solid.

Outlook bisnis ritel dan ekspansi MIDI

Pertumbuhan ritel kebutuhan pokok tetap menjadi fokus utama MIDI. Dengan ekspansi gerai dan strategi efisiensi biaya, perusahaan mampu menjaga profitabilitas sekaligus memenuhi permintaan konsumen.

Target pendapatan MIDI 2026 berada di kisaran high–single digit hingga low–teens, yang diharapkan mendorong kenaikan laba lebih lanjut.

Earnings call MIDI dijadwalkan pada 30 Maret 2026, di mana manajemen akan memaparkan strategi bisnis, proyeksi pendapatan, dan pertumbuhan laba. Informasi ini penting bagi investor untuk menilai performa saham dan potensi keuntungan jangka menengah hingga panjang.

Pertumbuhan laba bersih, ekspansi gerai, serta strategi divestasi yang tepat menunjukkan bahwa MIDI mampu mengelola risiko dan tetap menguntungkan di tengah dinamika pasar ritel. 

Hal ini memperkuat posisi MIDI sebagai saham defensif dengan prospek pertumbuhan yang menarik, menjadikannya pilihan utama bagi investor yang mencari keseimbangan antara stabilitas dan peluang keuntungan.

Terkini