Hindari 8 Makanan Ini Saat Kulit Gatal Supaya Aman

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:01:44 WIB
Hindari 8 Makanan Ini Saat Kulit Gatal Supaya Aman

JAKARTA - Gatal-gatal di kulit bukan hanya disebabkan oleh faktor lingkungan atau kontak langsung dengan bahan iritan. Ternyata, asupan makanan juga bisa memengaruhi intensitas gatal dan keparahannya. 

Beberapa makanan dapat memicu reaksi alergi atau iritasi, sehingga kondisi gatal pada kulit menjadi lebih buruk. Mengetahui makanan yang sebaiknya dihindari saat kulit gatal penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan kulit.

Gatal-gatal biasanya muncul akibat sistem imun yang keliru mengenali makanan tertentu sebagai zat berbahaya. Menurut Very Well Health, respons imun ini dapat memicu reaksi alergi, termasuk rasa gatal, ruam, dan bahkan pembengkakan. Gejala bisa muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan pemicu, meskipun hanya dalam jumlah kecil.

Makanan yang sebaiknya dihindari saat kulit gatal
Bagi sebagian orang yang sudah mengenali alerginya, menghindari makanan tertentu mungkin lebih mudah. Namun, bagi yang belum memahami alerginya secara pasti, konsumsi sembarangan bisa memperburuk kondisi gatal-gatal. Berikut delapan jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat kulit masih mengalami gatal-gatal.

1. Kacang-kacangan
Kacang tanah dan kacang pohon seperti almond, mete, kenari, dan pistachio termasuk pemicu alergi paling umum, menurut WebMD. Reaksi alergi akibat kacang dapat menimbulkan gatal di kulit, mulut, dan tenggorokan.

Dalam kasus tertentu, alergi kacang dapat memicu reaksi berat seperti anafilaksis yang membutuhkan penanganan medis segera. Penderita alergi kacang disarankan untuk benar-benar menghindari produk yang mengandung kacang atau berpotensi terkontaminasi.

2. Boga bahari (seafood)
Kerang, udang, kepiting, lobster, dan cumi-cumi sering memicu gatal-gatal akibat alergi makanan laut. Reaksi alergi ini bisa berat dan menetap seumur hidup, terutama jika muncul pertama kali pada orang dewasa.

Gejala yang muncul bisa berupa gatal, ruam, pembengkakan, hingga gangguan pernapasan. Risiko kontaminasi silang di restoran juga cukup tinggi, sehingga penderita alergi perlu ekstra waspada saat makan di luar.

3. Ikan
Alergi ikan berbeda dengan alergi makanan laut bercangkang. Beberapa jenis ikan, seperti tuna, salmon, belut, dan kakap, diketahui dapat menimbulkan gatal dan ruam kulit pada orang sensitif.

Biasanya alergi ikan baru muncul saat dewasa. Selain ikan segar, produk turunannya seperti saus ikan, suplemen omega-3, atau gelatin juga berpotensi memicu gatal-gatal.

4. Telur
Bagian putih telur merupakan salah satu penyebab alergi paling umum pada anak-anak. Reaksi alergi telur bisa menimbulkan gatal, biduran, pembengkakan, dan gangguan pernapasan.

Sebagian besar anak dapat terbebas dari alergi telur seiring bertambahnya usia. Namun, telur tetap dapat memperparah kondisi kulit seperti eksim yang disertai rasa gatal pada sebagian orang dewasa.

5. Susu dan produk olahannya
Susu dan produk turunannya juga termasuk makanan yang sebaiknya dihindari saat gatal-gatal. Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa, karena tubuh bereaksi terhadap protein susu dan dapat menimbulkan gatal, ruam, hingga gangguan pencernaan.

Produk olahan susu seperti keju, mentega, yogurt, dan es krim tetap harus dihindari karena kandungan protein susu masih ada di dalamnya.

6. Gandum
Gandum banyak ditemukan dalam roti, pasta, dan makanan olahan. Alergi gandum dapat menyebabkan gatal, biduran, dan gangguan pernapasan.

Kondisi ini berbeda dengan penyakit celiac atau sensitivitas gluten, meski gejalanya bisa mirip. Orang dengan riwayat asma atau eksim lebih rentan mengalami alergi gandum.

7. Kedelai
Kedelai dan produk turunannya seperti tahu, tempe, susu kedelai, dan olahan berbasis kedelai kerap memicu gatal, terutama di area wajah dan mulut.

Alergi kedelai lebih sering terjadi pada anak-anak dan sebagian hilang saat dewasa. Namun, saat gatal-gatal sedang aktif, kedelai tetap sebaiknya dihindari untuk mencegah perburukan gejala.

8. Tomat dan buah jeruk
Selain alergi makanan, beberapa bahan pangan dapat menyebabkan iritasi kulit atau sindrom alergi oral. Tomat dan buah jeruk diketahui dapat memicu rasa gatal di mulut, bibir, dan kulit bagi beberapa orang.

Jika gatal disertai pembengkakan wajah, sesak napas, pusing, atau penurunan kesadaran, kondisi ini bisa mengarah pada reaksi alergi berat dan memerlukan pertolongan medis segera.

Terkini