JAKARTA - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada akhir Maret 2029 menjadi momentum penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Lawatan ini tidak hanya menandai agenda diplomatik tingkat tinggi, tetapi juga menjadi kunjungan resmi perdana Prabowo ke Negeri Sakura sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Prabowo dijadwalkan bertemu langsung dengan Kaisar Jepang Naruhito pada Senin. Pertemuan dengan Kaisar Naruhito menjadi salah satu agenda utama dalam lawatan kerja Presiden ke Jepang yang dimulai sejak Minggu.
Kehadiran Prabowo disebut sebagai bentuk pemenuhan undangan resmi dari Kaisar Jepang. Selain itu, lawatan ini juga diharapkan memperkuat hubungan kedua negara yang selama ini telah berkembang dalam berbagai bidang strategis, mulai dari ekonomi hingga sosial budaya.
Tak hanya bertemu dengan Kaisar, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menggelar pembicaraan penting dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah sektor strategis akan menjadi fokus pembahasan, termasuk investasi, energi, kelautan, dan digital.
Pemerintah menilai kerja sama antara Indonesia dan Jepang masih memiliki ruang yang sangat luas untuk terus diperkuat di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Lawatan ini sekaligus memperlihatkan posisi Jepang sebagai salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Asia.
Dengan hubungan yang sudah terjalin selama 68 tahun, kedua negara dinilai memiliki fondasi kerja sama yang kuat dan terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, kunjungan resmi perdana Prabowo ke Jepang dipandang sebagai langkah penting untuk menjaga kesinambungan dan memperluas kemitraan strategis antara kedua negara.
Prabowo Dijadwalkan Bertemu Kaisar Naruhito Hari Ini
Presiden Prabowo Subianto akan bertemu Kaisar Jepang Naruhito pada Senin hari ini. Pertemuan itu bagian dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Jepang sejak Minggu.
"Presiden Prabowo akan melakukan state call kepada Kaisar Jepang Naruhito,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Agenda tersebut menjadi salah satu momen penting dalam lawatan Presiden ke Jepang karena mencerminkan hubungan diplomatik yang hangat antara kedua negara.
Pertemuan dengan Kaisar Jepang juga menegaskan bahwa kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan bagian dari hubungan kenegaraan yang memiliki makna simbolis dan strategis.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuturkan, lawatan Prabowo ke Jepang kali ini pun untuk memenuhi secara langsung undangan Kaisar.
"Mengenai kunjungan Presiden ke Jepang, ya ini dalam rangka memenuhi undangan dari Kaisar Naruhito," bebernya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kunjungan Presiden dilakukan dalam konteks penghormatan terhadap undangan resmi dari kepala negara Jepang. Hal ini sekaligus menunjukkan pentingnya posisi Jepang dalam agenda diplomasi luar negeri Indonesia.
Pertemuan Dengan PM Jepang Bahas Kerja Sama Strategis
Kunjungan bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor untuk kedua negara. Diketahui, Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan kerja sama yang komprehensif selama 68 tahun pada sejumlah bidang strategis, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara pun terus menunjukkan tren positif. Karena itu, lawatan ini dipandang sebagai momentum untuk memperkuat kembali fondasi kemitraan yang sudah lama terjalin dan membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor penting.
Adapun pembahasan kerja sama strategis akan diadakan dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi. Pertemuan keduanya akan berlangsung di Akasaka Palace, Tokyo.
“Ada beberapa kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital,” jelas Seskab.
Selain itu, berbagai hal lain yang bersifat strategis juga turut dibahas. Pemerintah menilai hubungan Indonesia dan Jepang selama ini tidak hanya kuat dalam perdagangan, tetapi juga berkembang ke sektor-sektor yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
"Pak Presiden tentu akan banyak membicarakan hal-hal strategis yang menjadi selama ini menjadi kekuatan kerja sama kita dengan Pemerintah Jepang. Contoh dalam hal perdagangan, teknologi, kemudian pendidikan, dan termasuk dalam lingkup dalam hal kerja sama kehutanan dan lingkungan," jelas Prasetyo.
Dengan cakupan pembahasan yang luas, pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jepang sebagai mitra strategis Indonesia dalam berbagai agenda pembangunan nasional.
Lawatan Ini Jadi Kunjungan Resmi Perdana Prabowo
Sebagai informasi, lawatan sekaligus akan menjadi kunjungan resmi pertama Prabowo ke Jepang sebagai Presiden Indonesia. Kunjungan ini memiliki arti penting karena menjadi pijakan awal dalam membangun pola hubungan kenegaraan secara langsung di masa pemerintahannya.
Ia sebelumnya hanya melakukan kunjungan pribadi ke Pavilion Indonesia di Expo 2025 Osaka, Kansai, Jepang pada September 2025. Karena itu, agenda kali ini berbeda karena berlangsung dalam format resmi kenegaraan dan mencakup pembahasan kerja sama bilateral secara menyeluruh.
Kunjungan resmi perdana ini juga menjadi penanda bahwa Jepang masuk dalam daftar prioritas diplomasi luar negeri Presiden Prabowo.
Dengan status Jepang sebagai salah satu mitra utama Indonesia di Asia, lawatan ini dipandang strategis untuk menjaga kesinambungan hubungan bilateral yang sudah mapan.
Selain aspek simbolik, kunjungan perdana ini juga berpotensi membuka babak baru dalam penguatan kerja sama di sektor ekonomi dan teknologi yang selama ini menjadi kekuatan hubungan kedua negara.
Prabowo Tiba Di Tokyo Disambut Pejabat Dan Diaspora
Prabowo diketahui sudah tiba di Bandar Udara Haneda, Tokyo, Jepang, pada Minggu pukul 19.10 waktu setempat (WS). Ia lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 10.35 WIB.
Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam penerbangan menuju Tokyo menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.
Setibanya di Jepang, Prabowo disambut oleh sejumlah pejabat setempat di bawah tangga pesawat. Mereka adalah Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Jepang Iwao Horii, Kepala Protokol Negara Jepang Tadayuki Miyashita, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, dan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Tokyo Laksma TNI Hidayaturrahman.
Dirinya juga disambut oleh diaspora di hotel tempatnya bermalam, termasuk oleh para taruna Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di National Defense Academy (NDA) Jepang.
Sambutan tersebut memperlihatkan antusiasme dan perhatian terhadap kunjungan Presiden Prabowo. Selain memperkuat hubungan diplomatik formal, momen ini juga menunjukkan kedekatan emosional antara pemimpin Indonesia dengan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.