Superior Prima Sukses (BLES) Catatkan Penjualan Rp 1,5 Triliun di 2025

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:58:01 WIB
PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES).

SURABAYA - PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan merek Blesscon dan Superiore Block, mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,50 triliun sepanjang tahun 2025. 

Capaian ini meningkat dibandingkan realisasi penjualan pada 2024 yang tercatat sebesar Rp 1,46 triliun. 

Kinerja tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPS-LB di Surabaya, 9 Juni 2026, dengan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) sebagai kontributor utama pendapatan.

Direktur Keuangan BLES, Andrew, menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan di tengah dinamika industri bahan bangunan menunjukkan fundamental bisnis yang tetap kuat. "Kami terus berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan jaringan distribusi agar dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan maupun pemegang saham," ujarnya.

Secara finansial, BLES membukukan laba bruto sebesar Rp 388,94 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp 84,11 miliar, dengan laba per saham dasar Rp 9,44. 

Profitabilitas perusahaan mengalami penyesuaian seiring peningkatan beban keuangan akibat ekspansi. Dari sisi neraca, total aset BLES per 31 Desember 2025 tumbuh menjadi Rp 2,04 triliun dengan total ekuitas Rp 1,12 triliun.

Saat ini, BLES mengoperasikan lima fasilitas produksi dengan kapasitas total yang besar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara. 

Mengingat tingkat utilisasi pabrik yang masih memiliki ruang untuk peningkatan volume penjualan, perseroan tidak berencana menambah kapasitas produksi dalam waktu dekat. 

Fokus utama BLES saat ini adalah optimalisasi aset yang tersedia untuk menangkap peluang di sektor infrastruktur dan properti.

"Dengan dukungan kapasitas produksi yang semakin besar, jaringan distribusi yang luas, serta fokus pada efisiensi dan inovasi, perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara berkelanjutan," tutup Andrew. 

Ke depan, perusahaan berkomitmen menjalankan strategi pertumbuhan yang hati-hati guna mendukung kinerja jangka panjang.

Terkini