Sertifikasi Karantina Perkuat Daya Saing Bawang Merah Bima

Senin, 15 Juni 2026 | 23:33:01 WIB
Sertifikasi kesehatan tumbuhan dari Badan Karantina Indonesia [FOTO : NET].

JAKARTA - Sertifikasi kesehatan tumbuhan yang dikeluarkan oleh Badan Karantina Indonesia berperan sebagai elemen krusial dalam mendongkrak daya saing komoditas bawang merah dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Sertifikasi kesehatan tumbuhan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing bawang merah asal Bima di pasar nasional," kata Kepala Karantina NTB Ina Soelistyani dalam pernyataan di Mataram, NTB, Senin.

Ina menjelaskan bahwa sertifikat karantina menyajikan jaminan bahwa produk yang diperjualbelikan telah selaras dengan standar kesehatan tumbuhan, sehingga kian gampang diserap oleh pasar tujuan.

Balai Karantina NTB mengintensifkan pengawasan karantina selaku langkah merawat mutu sektor pertanian demi menyokong kesinambungan distribusi bawang merah Kabupaten Bima yang memegang peran sebagai salah satu komoditas strategis penyangga pasokan pangan nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menguraikan bahwa Kabupaten Bima menghasilkan sebanyak 945.150 kuintal bawang merah atau setara dengan 94.155 ton dari hamparan lahan seluas 8.957 hektare pada tahun 2025.

Bima berkedudukan sebagai pilar ketahanan pangan nasional berkat posisinya sebagai salah satu daerah produsen bawang merah terbesar dalam skala nasional di luar wilayah Pulau Jawa.

Petugas Karantina Satuan Pelayanan Bima, Abdul Salam, menuturkan bahwa ratusan ton bawang merah dikirimkan keluar tiap pekan dari daerah Bima menuju bermacam wilayah, mulai dari Sulawesi, Jawa, Kalimantan, hingga ke kawasan timur Indonesia.

Ia berpendapat mata rantai distribusi tersebut menjadi bagian dari langkah merawat ketersediaan stok untuk pangsa pasar domestik serta mengontrol stabilitas harga pangan nasional.

"Sebelum diberangkatkan (keluar Bima), setiap pengiriman menjalani pemeriksaan fisik dan administrasi guna memastikan keamanan serta kualitas komoditas," ucap Abdul.

Pihak Karantina NTB melangsungkan proses pengecekan demi menjamin komoditas yang didistribusikan memenuhi standar kesehatan tumbuhan sekaligus steril dari paparan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Agenda pemeriksaan tersebut mencakup pengamatan kondisi fisik umbi, tingkat kadar air, sampai dengan tahapan pengambilan sampel agar bawang merah senantiasa berada dalam kondisi prima sepanjang proses distribusi.

"Kepatuhan pelaku usaha dan pengawasan karantina yang konsisten menjadi kunci dalam menjaga kelancaran distribusi serta rantai pasok pangan nasional," pungkas Abdul.

Terkini