PB Akuatik Jadikan Kejuaraan Asia Batu Loncatan Pembinaan Atlet

Senin, 15 Juni 2026 | 04:16:02 WIB
Renang Perairan Terbuka (OWS).

BADUNG, BALI - Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia menjadikan kompetisi renang perairan terbuka ke-12 tingkat Asia di Jimbaran, Bali, sebagai batu loncatan untuk pembinaan dan regenerasi atlet.

"Fokus kami untuk para junior, atlet baru. Kami sedang mencari bibit atlet pengganti karena kami cukup punya potensi di nomor renang perairan terbuka," kata Manajer Tim Nasional Indonesia Renang Perairan Terbuka (OWS), Donny Budiarto Utomo, pada hari terakhir Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka (Open Water Swimming/OWS) ke-12 di pesisir InterContinental Jimbaran Bay, Kabupaten Badung, Bali, Senin.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya ingin menambah pengalaman para atlet yang berlaga di ajang bergengsi tingkat Asia tersebut untuk berhadapan dengan perenang elit, di antaranya dari China, Vietnam, Korea Selatan, dan negara Asia lainnya. 

Ajang ini juga menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi renang perairan terbuka kelompok umur selanjutnya pada level regional Asia Tenggara, yakni Southeast Asia OWS Championship yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Boracay, Filipina.

"Kejuaraan itu kelompok umur dan tujuannya memang untuk pembinaan usia muda agar kami punya regenerasi yang baik," imbuhnya.

Selama ajang di Bali, para atlet mendapatkan pelajaran berharga mengenai strategi menghadapi arus laut, angin, serta kondisi alam lainnya. 

Sementara itu, Direktur Kompetisi sekaligus Wakil Kepala Bidang High Performance Renang dan OWS, Felix C. Sutanto, menambahkan bahwa ajang tahunan level Asia yang diselenggarakan bersamaan dengan A Stream OWS untuk level pemula menjadi wahana untuk menjaring atlet baru. 

Ajang A Stream di Bali tersebut diikuti oleh 284 peserta, dengan beberapa di antaranya berusia sangat muda, yakni 7-10 tahun.

Ia berharap kompetisi renang perairan terbuka dapat diperbanyak, salah satunya dengan dilaksanakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Indonesia di daerah masing-masing. 

"Seharusnya memang masing-masing Pengprov bisa menyelenggarakan seperti di Bali, lomba pemula renang perairan terbuka. Kami harus mulai membuat program menyelenggarakan kejuaraan pemula OWS," tambahnya.

Selama penyelenggaraan Asia OWS 2026 di Bali pada 13-15 Juni, atlet Indonesia belum berhasil menyumbangkan medali pada tiga kategori yang diperlombakan, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, dan estafet 4x1.500 meter. 

Pada nomor 10 kilometer putra, Alexander Adrian finis di urutan ke-15 dengan waktu 2 jam 8 menit 22,5 detik, sementara Andy Fauzan finis di urutan ke-22 dengan waktu 2 jam 13 menit 49,3 detik. 

Atlet dari China, Lan Tianchen dan Zhang Jinhou, sukses merebut medali emas dan perak, sementara perunggu diraih oleh Huy Hoang Nguyen dari Vietnam. 

Adapun pada nomor putri, China mendominasi melalui Wu Shutong dan Chen Yijing yang meraih emas dan perak, sedangkan perunggu diraih oleh Pac Tung Nikita Lam dari Hong Kong.

Terkini