Waspada! Defisiensi Vitamin K Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi

Selasa, 16 Juni 2026 | 19:31:01 WIB
Defisiensi vitamin K bisa memicu perdarahan fatal pada bayi (VKDB).

JAKARTA — Di sejumlah negara bagian Amerika Serikat, terjadi sejumlah kasus kematian bayi secara mendadak. 

Setelah ditelusuri, ternyata kematian ini diakibatkan defisiensi vitamin K. Sejumlah kasus ini menjadi peringatan bagi banyak orang tua tentang bahaya defisiensi vitamin K. 

Kondisi ini tampak sederhana, tetapi dampaknya bisa sangat fatal jika tidak dicegah sejak awal kehidupan bayi.

Mengutip MedlinePlus, vitamin K berperan penting dalam pembekuan darah. Kekurangan vitamin ini bisa memicu perdarahan hebat di dalam maupun luar tubuh. 

Tubuh membutuhkan vitamin K untuk membuat protein tertentu di hati yang menyebabkan darah membeku. 

Dilansir CNN Health, sejumlah laporan medis di AS dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya kematian bayi yang ternyata berkaitan dengan defisiensi vitamin K. 

Setelah dilakukan autopsi, penyebab kematian bayi-bayi ini mengarah pada kondisi yang dikenal sebagai vitamin K deficiency bleeding atau VKDB.

Sayangnya, banyak orang tua menolak injeksi vitamin K yang sebenarnya telah lama digunakan sebagai pencegahan standar di AS. 

Penolakan ini sering kali muncul karena kekhawatiran berlebihan atau terpengaruh informasi keliru di media sosial. 

Padahal, penelitian medis selama puluhan tahun menunjukkan, injeksi vitamin K jauh lebih besar manfaatnya dibanding risikonya.

Bayi yang tidak mendapat suntikan vitamin K memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami VKDB, terutama pada fase perdarahan lambat yang bisa terjadi sejak satu minggu setelah lahir hingga usia 6 bulan. 

Dalam kondisi ini, darah dapat terkumpul di sekitar otak, sehingga mengganggu aliran oksigen dan memicu kerusakan otak permanen. 

Bahkan, data CDC menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 5 bayi dengan VKDB dapat meninggal dunia.

Semua bayi pada dasarnya lahir dengan kadar vitamin K yang rendah. Vitamin K dari ibu tidak cukup menembus plasenta, sedangkan ASI hanya mengandung jumlah yang sangat kecil. 

Suntikan vitamin K membantu tubuh bayi membentuk pembekuan darah yang sehat dan menurunkan risiko perdarahan berbahaya secara signifikan. 

Tanpa suntikan tersebut, risiko bayi mengalami VKDB berkisar antara 1 banding 14.000 hingga 1 banding 25.000 kelahiran. Dengan injeksi vitamin K, risikonya turun menjadi kurang dari 1 banding 100.000.

Beberapa gejala VKDB yang perlu diwaspadai:

Memar, terutama di area kepala dan wajah.

Mimisan atau perdarahan dari tali pusar.

Kulit tampak lebih pucat dari biasanya.

Bagian putih mata tampak menguning setelah usia 3 minggu.

Tinja berdarah, hitam pekat, atau seperti aspal.

Muntah darah.

Rewel berlebihan, kantuk ekstrem, kejang, atau muntah berulang.

Terkini