Jemaah Haji Sakit Bisa Pulang Lebih Awal, 142 Orang Ikuti Tanazul

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:25:31 WIB
Jemaah haji Indonesia

MAKKAH — Sebanyak 142 jemaah haji Indonesia telah mengikuti program tanazul atau pemulangan lebih awal ke Tanah Air karena alasan kesehatan. 

Program ini merupakan layanan khusus dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memastikan jemaah yang sakit tetap mendapatkan penanganan medis yang tepat sekaligus menjamin kelancaran proses kepulangan mereka.

Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr. Syougie SpKP, menjelaskan bahwa tanazul diberikan bagi jemaah yang memiliki indikasi medis tertentu, baik setelah menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang memerlukan percepatan kepulangan. 

"Program tanazul ini merupakan program di mana jemaah haji atas indikasi medis dipulangkan lebih awal dari kloternya atau jika jemaah haji dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia," ujar Syougie di Makkah, Senin (15/6/2026).

Sebelum dipulangkan, setiap jemaah wajib menjalani asesmen ketat untuk memastikan kelayakan terbang. 

Tim medis melibatkan dokter spesialis sesuai dengan riwayat penyakit jemaah, seperti jantung atau pascastroke, untuk memantau stabilitas kondisi kesehatan mereka. 

Hingga Senin malam, tercatat hampir 400 permohonan tanazul, namun tidak semua terealisasi karena sebagian jemaah mengalami perbaikan kondisi dan akhirnya dapat pulang bersama rombongan kloter aslinya.

Proses pengawasan medis pun dilakukan sangat ketat hingga jemaah menaiki pesawat. 

Petugas kesehatan akan melakukan penilaian ulang sesaat sebelum keberangkatan untuk menjamin kondisi jemaah tetap stabil selama perjalanan. 

Mekanisme tanazul ini menjadi sangat krusial di fase akhir operasional haji, terutama saat beralihnya pemulangan dari Gelombang I di Jeddah menuju operasional Gelombang II di Madinah.

Terkini