Menteri ESDM Bahlil: Hasil Uji Coba Biodiesel B50 Sangat Menggembirakan

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:32:32 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan kesiapan pemerintah untuk meluncurkan program mandatori biodiesel 50 persen (B50) pada 1 Juli 2026. 

Kepastian ini didasarkan pada hasil uji coba teknis yang dinilai sangat positif.

Bahlil menjelaskan bahwa pengujian telah dilakukan secara komprehensif pada berbagai sektor, mulai dari alat berat di industri pertambangan, kereta api, kapal laut, hingga alat-alat pertanian.

"Tadi kita rapat tentang persiapan implementasi B50 yang agendanya 1 Juli insya Allah akan dilakukan peresmian. Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari ESDM, dan hasilnya sangat menggembirakan," ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Salah satu temuan kunci dari uji coba tersebut adalah kualitas B50 yang lebih unggul dibandingkan B40, khususnya terkait kadar air yang lebih rendah. 

Optimisme pemerintah semakin kuat karena program B50 diproyeksikan mampu mengurangi, atau bahkan menghentikan, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak jenis solar.

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, sebelumnya memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan dari program ini. 

Implementasi B50 diperkirakan dapat menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun dan meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp24,68 triliun hingga akhir tahun 2026.

Selain manfaat ekonomi, program ini juga menjadi instrumen penting dalam transisi energi dengan estimasi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2. 

Dari sisi sosial, program B50 diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2,2 juta tenaga kerja di sepanjang tahun ini.

Terkini