Pertamina Patra Niaga: Harga BBM Nonsubsidi Mengacu Mekanisme Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 02:27:31 WIB
Pertamina Patra Niaga.

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax series, mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai dengan formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“BBM nonsubsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangan resminya, Kamis (18/6/2026).

Roberth menjelaskan bahwa mekanisme ini sejalan dengan ketentuan pemerintah, di mana harga jual Pertamax series mengikuti perkembangan parameter pasar. Sebaliknya, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga.

Secara rutin, evaluasi harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap bulan mengikuti perkembangan keekonomian. 

Namun, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah. 

Di tengah dinamika global di mana harga minyak dunia meningkat akibat kondisi geopolitik, pemerintah tetap berupaya menjaga agar harga Pertamax series tetap stabil.

Penyesuaian harga pada bulan Juni untuk BBM jenis Pertamax telah mempertimbangkan fluktuasi harga pasar internasional tanpa mengabaikan kondisi ekonomi masyarakat dalam negeri. 

Penyesuaian yang dilakukan saat ini hanya sebesar 50 persen dari selisih harga pasar. Jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga ASEAN, harga Pertamax di Indonesia tetap lebih kompetitif guna menjaga daya beli masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan Pertamina yaitu Pertamina Customer Solution 135 agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat,” ujar Roberth.

Penegasan dari Pertamina Patra Niaga ini sekaligus bertujuan untuk meluruskan perbincangan di media sosial mengenai harga Pertamax yang dikabarkan tidak mengikuti pergerakan harga minyak dunia.

Terkini