Kementerian Kebudayaan Jajaki Kerja Sama Pengobatan Tradisional dengan Tiongkok

Kamis, 18 Juni 2026 | 03:54:02 WIB
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

JAKARTA – Kementerian Kebudayaan Indonesia melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan perusahaan konstruksi asal Tiongkok, China State Construction International Holdings Limited (CSCI). 

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah rencana pengembangan pusat pengobatan tradisional di Indonesia.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai bahwa pusat pengobatan tradisional tidak sekadar berfungsi sebagai fasilitas kesehatan, melainkan juga sebagai sarana ekspresi budaya.

“Kami sangat menyambut baik gagasan pembangunan pusat pengobatan tradisional di Indonesia. Seperti yang kita tahu, salah satu bagian dari pengobatan tradisional yakni jamu atau Wellness Culture merupakan ekspresi budaya yang telah diinkripsi sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO,” ungkap Fadli dalam keterangan resminya, Kamis (18/6/2026).

Revitalisasi Bangunan Bersejarah Selain pengobatan tradisional, Fadli juga menyoroti potensi besar kerja sama di bidang rekonstruksi bangunan budaya dan sejarah. 

Menurutnya, revitalisasi kawasan kota tua di berbagai daerah di Indonesia menjadi peluang kolaborasi yang sangat potensial untuk dieksplorasi lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait.

Chairman of China State Construction International Holdings Limited (CSCI), Gao Bo, menyatakan bahwa kemitraan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia berbasis kebudayaan. “Sebuah pembangunan harus memahami karakteristik budaya lokal kawasan tersebut,” ujar Gao Bo.

Pertemuan strategis ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok, serta memperkokoh upaya pelestarian warisan budaya bangsa melalui pendekatan yang modern dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Terkini