Kemendikdasmen Tingkatkan Mutu Lembaga Kursus Lewat Penerapan SPMI

Jumat, 19 Juni 2026 | 17:49:31 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

KOTA PADANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantu dan mendampingi Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, untuk meningkatkan mutu lembaga kursus dan pelatihan lewat penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). 

"Pendampingan ini merupakan bagian dari transformasi besar sistem penjaminan mutu pendidikan nonformal yang kini diperkuat di tingkat daerah," kata Direktur Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, di Padang, Jumat.

Yaya mengatakan mulai tahun 2026 pelaksanaan SPMI dan evaluasi kinerja lembaga kursus dan pelatihan telah menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan. 

Proses ini didukung penuh oleh sistem digital terbaru yaitu Sistem Penjaminan Mutu Terpadu Lembaga Kursus atau Si Permata. 

Melalui platform Si Permata, lanjutnya, setiap lembaga kursus dan pelatihan diwajibkan mengevaluasi diri secara berkala sebagai fondasi utama membangun budaya mutu. 

Ia mengingatkan hasil evaluasi kinerja melalui sistem ini akan menjadi syarat utama bagi lembaga kursus yang ingin mengajukan akreditasi melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) Pendidikan Nonformal yang dibentuk tahun ini.

Senada dengan itu, Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yohana Rumanda, mengatakan pendampingan SPMI dirancang untuk membekali lembaga dalam memetakan mutu, perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi berkelanjutan. 

"Melalui SPMI setiap lembaga diharapkan mampu membangun sistem penjaminan mutu yang mandiri dan berkelanjutan sehingga kualitas layanan pendidikan nonformal memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan penerapan SPMI merupakan langkah penting untuk memastikan layanan pendidikan dan pelatihan berjalan sesuai standar. 

Menurutnya, lembaga kursus memiliki peran strategis sebagai solusi jalur pendidikan nonformal yang adaptif dalam menekan angka pengangguran. 

"Peningkatan kualitas dan penjaminan mutu lembaga menjadi hal yang sangat krusial agar lulusan kami mampu bersaing di tingkat internasional," kata Maigus Nasir.

Terkini