ENVY Umumkan Calon Pengendali Baru, John Veter Akan Caplok 7,24% Saham

Jumat, 19 Juni 2026 | 19:29:31 WIB
Restrukturisasi, John Veter Jadi Calon Pengendali Baru Saham ENVY [FOTO : NET].

JAKARTA— PT Envy Technologies Indonesia Tbk. (ENVY) mengungkapkan adanya calon pemegang saham pengendali (PSP) baru seiring dengan langkah restrukturisasi serta pemenuhan kewajiban perseroan.

Direktur Utama ENVY, Dato Sri Mohd Sopiyan Bin Mohd Rashdi, menyatakan bahwa pihak perusahaan telah menerima Letter of Interest (LOI) resmi dari John Veter Firdaus yang akan diajukan ke Bursa Efek Indonesia dalam rangka proses restrukturisasi.

"PT Envy telah memiliki calon Pemegang Saham Pengendali baru. Kami melampirkan Letter of Interest (LOI) resmi dari Jhon Veter Firdaus sebagai calon Pemegang Saham Pengendali yang akan kami berikan kepada Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari proses restrukturisasi dan pemenuhan kewajiban perusahaan," ujar Dato Sri Mohd Sopiyan Bin Mohd Rashdi dalam keterbukaan informasi, Kamis (18/6/2026).

Melalui surat pernyataan minat tersebut, John Veter Firdaus berencana mengambil alih 7,24% saham ENVY di luar porsi publik, bukan dalam kapasitas sebagai pengurus perseroan.

John mengungkapkan bahwa transaksi tersebut direncanakan melalui skema zero asset and zero liabilities. Meskipun saham ENVY masih dalam status suspensi, ia menyebut kesepakatan harga dengan penjual telah tercapai dan akan dijabarkan lebih detail dalam Term Sheet serta Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA).

"Dalam menawarkan harga pembelian, telah diperoleh kesepakatan harga dengan pihak penjual dan akan didetilkan secara terpisah di dalam Term Sheet maupun CSPA," tulis John dalam LOI tersebut.

Sebelum transaksi final, John akan menjalankan uji tuntas (due diligence) untuk memeriksa kondisi finansial, hukum, operasional, dan komersial ENVY. 

Pihak penjual juga diminta menjaga eksklusivitas selama 90 hari kalender, yang dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama.

Hadirnya calon pengendali baru ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi ENVY di tengah status saham perseroan yang masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia.

Terkini