Ikut Kunker Gibran ke NTT, Mahasiswa Dukung MBG dan KDMP di Daerah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 19:33:02 WIB
Gibran Kunker ke NTT, Mahasiswa Dorong Pemerataan Lewat MBG dan KDMP [FOTO : NET].

JAKARTA — Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Rapid Bena Matin, menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di daerah 3T. 

Rapid adalah satu dari beberapa mahasiswa yang diajak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (18/6/2026).

Selama kunjungan di NTT, Gibran mendatangi SMPN 1 Ndona dan SDN Wolomoni, sekolah yang sempat viral terkait isu penggusuran oleh KDMP. 

Di SDN Wolomoni, Gibran berdialog dengan masyarakat setempat. Dalam dialog tersebut, Rapid menyampaikan pandangannya bahwa program MBG dan KDMP sangat krusial bagi pemerataan pembangunan.

"Di sini kami bisa melihat secara langsung bagaimana kenyataan di lapangan bahwasannya di daerah 3 T yang jauh. Ini kami hidup di perkotaan dengan segala akses yang mudah, dan di sini diberikan kesempatan yang berharga untuk bisa melihat secara langsung bagaimana sih kondisi masyarakat," ujar Rapid.

Rapid menjelaskan bahwa MBG berfungsi mencegah stunting, sementara KDMP bertujuan memeratakan ekonomi. Oleh karena itu, kedua program tersebut dianggap perlu hadir di wilayah 3T.

"Supaya apa? Supaya tidak terjadi kesenjangan antara kehidupan kota maupun kehidupan di daerah 3 T. Jadi semua wilayah, baik itu dari kota sampai desa, itu perlu diperhatikan, perlu dibangun sama-sama," tutur Rapid.

Gibran menyoroti poin mengenai pemerataan yang disampaikan Rapid. Menurutnya, pembangunan saat ini tidak lagi bersifat Jawa sentris, melainkan harus Indonesia sentris.

"Nah itu Bapak-Ibu ya, tadi yang kami highlight adalah kesenjangannya ya. Jadi sekarang yang namanya pembangunan itu sudah tidak lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris ya," ujar Gibran.

Selain Rapid, empat mahasiswa lain yang turut serta dalam kunjungan kerja tersebut adalah Keletus Sakaro (Universitas Sanata Dharma), Daffa Ulhaq (Universitas Indonesia), Nolan Christoper Adam (Universitas Pelita Harapan), dan Salsabila Maulida (Institut Seni Budaya Indonesia).

Terkini