Apindo Dorong Jawa Tengah Menjadi Hub Investasi Asia

Jumat, 19 Juni 2026 | 19:42:31 WIB
Jadikan Jateng Pusat Investasi Asia, Apindo Dukung Pemprov [FOTO : NET].

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengajak Jawa Tengah bertransformasi menjadi hub investasi Asia serta percontohan percepatan investasi nasional.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menyatakan bahwa Jawa Tengah punya kans besar sebagai wilayah paling kompetitif dalam menggaet investasi baru. 

Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator memperlihatkan daya saing provinsi ini terus menanjak, di antaranya pertumbuhan ekonomi tinggi di kawasan industri dan efisiensi investasi yang melampaui rata-rata nasional.

Dorongan tersebut diutarakan dalam audiensi Apindo bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang, Kamis (18/6/2026).

Bob Azam menilai, percepatan pembangunan infrastruktur logistik tetap menjadi prioritas yang harus segera dituntaskan. 

Penguatan pelabuhan, pengembangan dry port di Batang dan Kendal, serta integrasi kawasan industri dengan rantai pasok global dianggap krusial agar Jawa Tengah sanggup menjadi pusat investasi berstandar internasional.

Apindo pun mendukung upaya Pemprov Jawa Tengah menjadikan daerahnya sebagai pusat manufaktur, logistik, dan rantai pasok yang mampu bersaing dengan pusat investasi regional seperti Vietnam.

 Berdasarkan hasil kajian, Jawa Tengah memiliki keunggulan strategis, mulai dari posisi geografis di tengah Pulau Jawa, ketersediaan tenaga kerja kompetitif, hingga iklim investasi yang kondusif.

Di tengah tren relokasi industri global dan kenaikan biaya produksi di negara lain, Jawa Tengah dianggap berada di posisi strategis untuk menangkap arus investasi baru sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut dukungan tersebut dan berkomitmen menjadikan wilayahnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjembatani industri Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Menurut dia, Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kondisi sosial yang aman dan kondusif, biaya tenaga kerja yang kompetitif, dukungan pendidikan vokasi melalui SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK), serta komitmen pemerintah daerah dalam mengawal regulasi, infrastruktur, dan kemudahan berusaha."

Terkait logistik, Luthfi menyebut revitalisasi pelabuhan telah diajukan ke pusat, sementara pengembangan Dry Port Batang sudah disetujui.

Dewan Pakar Apindo, Anton J Supit, menekankan pentingnya penguatan akses pasar global melalui implementasi IEU-CEPA agar daya tarik ekspor Indonesia meningkat. 

Ia mengusulkan pembentukan tim kecil antara Pemprov Jateng, Bappenas, dan Apindo untuk mengawal agenda strategis.

"Menurut dia dengan dukungan kebijakan yang konsisten, perbaikan sistem logistik yang terintegrasi, penguatan rantai pasok industri, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha, Jawa Tengah berpeluang menjadi pusat investasi paling kompetitif di Indonesia."

Provinsi ini juga diharapkan mampu menjadi contoh transformasi ekonomi yang sukses menarik investasi global dan membuka lapangan kerja produktif.

Terkini