PLN EPI Rampungkan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:42:02 WIB
Gas Natuna Masuk Domestik, PLN EPI Selesaikan Proyek Pipa WNTS-Pemping [FOTO : NET].

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) telah menuntaskan pengerjaan hot tap pada proyek jaringan pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping. 

Penyelesaian tahapan vital tersebut membuka akses bagi aliran gas bumi dari Natuna untuk pemenuhan kebutuhan domestik, setelah selama ini seluruh produksinya diserap untuk pasar ekspor.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menuturkan bahwa keberhasilan eksekusi hot tap menandai kesiapan proyek memasuki fase akhir sebelum gas dialirkan ke sistem kelistrikan nasional, khususnya wilayah Batam dan Sumatra. 

“Keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI mampu menjalankan mandat dari Menteri ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping dalam rangka memastikan pasokan gas yang andal, efisien, dan berkelanjutan, khususnya untuk sistem kelistrikan di Sumatra dan Batam,” ujar Rakhmad melalui keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).

Dia memaparkan, hot tap merupakan metode penyambungan pipa baru ke jaringan pipa utama tanpa menghentikan arus gas. Pada proyek ini, pengerjaan dilakukan pada jaringan dengan debit sekitar 300 juta kaki kubik per hari dan tekanan 1.096 psi di kedalaman laut 29 meter. 

Rakhmad menyebut, pekerjaan tersebut sukses dilaksanakan tanpa kebocoran, kendati memiliki risiko teknis tinggi karena dilakukan pada pipa aktif bawah laut. 

Setelah ini, proyek akan masuk ke tahap commissioning dan penyaluran gas awal sekitar 25 juta kaki kubik per hari untuk mendukung sistem kelistrikan Batam.

Masuknya gas Natuna diproyeksikan memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik PLN di Sumatra dan Batam, utamanya PLTGU Tanjung Uncang (135,29 MW) serta pembangkit milik PT Energi Listrik Batam (ELB) berkapasitas 109,4 MW. 

PLN EPI pun telah meneken perjanjian jual beli gas dengan West Natuna Exploration Limited untuk pasokan hingga 111 juta kaki kubik per hari selama periode 2027–2037.

Menurut Rakhmad, pemanfaatan gas bumi bakal meningkatkan keandalan sistem kelistrikan sekaligus memangkas ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM). 

“Selain pasokan gas dari WNEL, PLN EPI mengharapkan adanya pasokan gas tambahan untuk meningkatkan keandalan pasokan energi primer bagi pembangkit PLN dan PLN Batam. Selain lebih efisien dan bersumber dari dalam negeri, penggunaan gas juga lebih bersih dibandingkan BBM,” ujarnya.

Selain menopang kelistrikan, pipa WNTS-Pemping dinilai strategis dalam memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri, logistik, dan investasi nasional. Rakhmad menilai, suplai gas yang andal menjadi fondasi penting bagi pengembangan sektor manufaktur hingga ekonomi digital. S

ementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan pihaknya sedang menyiapkan pasokan gas untuk proses commissioning

“InsyaAllah minggu depan commissioning. Paralel saat ini tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk commissioning-nya agar gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Republik Indonesia, yang sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya,” kata Djoko.

Terkini