Harga BBM Non-Subsidi Turun Usai AS-Iran Damai? Ini Prediksinya

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:56:31 WIB
Harga Minyak Dunia Melandai, Ini Peluang Penurunan Harga BBM [FOTO : NET].

JAKARTA - Harga BBM non-subsidi kini menjadi sorotan masyarakat menyusul penurunan harga minyak dunia pasca-berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Pemerintah sendiri masih memantau implementasi kesepakatan damai tersebut sebelum memproyeksikan dampaknya terhadap harga BBM di dalam negeri. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa penurunan harga minyak dunia belum bisa serta-merta direspons dengan penyesuaian harga BBM domestik.

Menurut Airlangga, pemerintah akan memastikan realisasi perjanjian damai, termasuk dampaknya terhadap kelancaran perdagangan energi di Selat Hormuz. 

"Pertama kan penandatanganan harapannya besok betul-betul bisa dilaksanakan. Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kami baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi," ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Kamis (18/6/2026).

Ia menegaskan bahwa perubahan harga energi tidak terjadi secara otomatis. "Ini kan tidak otomatis, kami lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian," katanya. Terkait waktu penurunan harga, Airlangga menjelaskan bahwa proses tersebut dipengaruhi oleh rantai pasok dan posisi pengadaan bahan bakar yang sedang berjalan. "Ya barangnya sampai di mana kan kami lihat," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa harga BBM di SPBU dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari harga produk BBM di pasar regional, nilai tukar rupiah, hingga biaya logistik. 

Ia menyebut persoalan utama bukan terletak pada apakah harga harus turun, melainkan pada transparansi komunikasi pemerintah terkait komponen harga agar tidak dipolitisasi. 

Sementara itu, pakar energi dari Unpad, Yayan Satyaki, menilai perdamaian AS-Iran menjadi sentimen positif, meski penurunan harga BBM akan terjadi secara bertahap seiring terkoreksinya harga minyak dunia.

Di sisi lain, Kementerian ESDM menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) tidak akan naik demi menjaga daya beli masyarakat. Namun, untuk BBM non-subsidi, harganya tetap mengikuti mekanisme pasar. 

"Minyak mentah dunia naik atau turun, mau tidak mau BBM non-subsidi akan mengikuti harga keekonomiannya. Ada aturannya di Kepmen," ungkap Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia. 

Ia pun memastikan bahwa ketika harga minyak dunia turun, maka harga BBM non-subsidi akan disesuaikan turun oleh badan usaha terkait.

Terkini