Akses Kian Mudah, Labuan Bajo Makin Diminati Wisatawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:55:32 WIB
Sektor Pariwisata Labuan Bajo Meningkat Ditopang Konektivitas [FOTO : NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Manggarai Barat mencatatkan adanya pertumbuhan pada sektor pariwisata, konektivitas, serta lalu lintas wisatawan di wilayah Manggarai Barat. Statistik Muda BPS Manggarai Barat, Dyonisius Jewaru menjabarkan mengacu pada data yang dihimpun, per April 2026 mobilitas transportasi di Nusa Tenggara Timur mencatatkan kurva kenaikan. 

Lonjakan tersebut utamanya terjadi pada lini angkutan laut dengan kenaikan angka penumpang menyentuh 56,92 persen serta intensitas pelayaran naik sebesar 31,91 persen. Di lain sisi, lini transportasi udara memperlihatkan tren yang cenderung stagnan dengan kenaikan total penerbangan di angka 0,38 persen.

"Bandara Komodo Labuan Bajo dan Pelabuhan Labuan Bajo menjadi salah satu simpul konektivitas utama yang mendukung peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata," terang dia pada kegiatan “Bincang Kepariwisataan II: BPS Tourism Outlook 2025 & Triwulan I 2026 dan Sosialisasi Pengisian Sensus Ekonomi Pelaku Industri Pariwisata Labuan Bajo” Jumat (18/6/2026).

Ia menyambung, dinamika tersebut membuktikan jika konektivitas perhubungan di NTT konsisten melaju positif guna menyokong geliat pariwisata. Kenaikan pergerakan melewati jalur udara maupun laut semakin memperkokoh kedudukan Labuan Bajo selaku gerbang masuk strategis bagi destinasi wisata Flores.

Sementara itu, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menjalin kemitraan dengan BPS Manggarai Barat untuk menyokong pertumbuhan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, bertumpu pada basis data yang valid.

 Kerja sama ini pun ditujukan untuk membantu perumusan kebijakan pembangunan pariwisata yang berdaya guna di area Labuan Bajo Flores.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengutarakan kerja sama dengan BPS Manggarai Barat bertindak sebagai momentum krusial demi menyelaraskan persepsi sekaligus memperkuat basis data industri pariwisata di kawasan Labuan Bajo Flores. 

Mereka berkeinginan menjamin tiap aktivitas roda usaha wisata, mulai dari lini perhotelan, agen perjalanan, sampai sektor kuliner, bisa terdokumentasi secara valid lewat Sensus Ekonomi.

"Melalui forum ini BPS juga memberikan insight terkait Tourism Outlook 2025 dan Triwulan I 2026 yang diharapkan dapat membantu para pelaku wisata dalam menyusun strategi pengembangan bisnis masing-masing,” ujar Andhy.

Agenda yang bergulir pada Kamis, 18 Juni 2026 di Ruang Rapat Florata Kantor BPOLBF tersebut dilaksanakan secara hybrid serta diikuti secara langsung oleh perwakilan dari para pelaku industri pariwisata. 

Forum ini menjelma sebagai wadah komunikasi antara pihak birokrasi dan pelaku industri pariwisata guna memperbarui data terkait progres sektor pariwisata, utamanya situasi kepariwisataan pada Triwulan I Tahun 2026.

Terkini