Menhub Dorong Swasta Garap Kereta Trans Sumatra 478 Km Tanpa APBN

Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33:01 WIB
Gandeng Swasta, Proyek Kereta Trans Sumatra 478 Km Segera Dimulai [FOTO: NET].

JAKARTA -  Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendorong sektor swasta untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan kereta Trans Sumatra sepanjang 478 kilometer (km). 

Proyek penyambungan jalur rel dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Dudy memastikan bahwa pembangunan ini diupayakan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Harapannya tidak akan membebani APBN, tetapi lebih ke dunia usaha. Harapan juga swasta ikut terlibat, ” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, dikutip pada Selasa (23/6/2026).

Saat ini, jalur rel aktif di Sumatra masih terbatas pada wilayah Sumatra Selatan yang digunakan oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengangkut batu bara. 

Pengembangan kereta ini akan difokuskan untuk menunjang logistik, mengintegrasikan jalur dengan kawasan industri dan pelabuhan. Sejauh ini, China dan Rusia telah menyatakan minatnya untuk terlibat dalam proyek tersebut.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa kondisi jaringan rel di Sumatra saat ini masih terpisah-pisah, sehingga menjadi tantangan besar dalam membangun sistem transportasi terintegrasi. 

Saat ini, KAI sedang menyusun detail engineering design (DED) untuk tahap awal pembangunan sepanjang 478 km tersebut. Investasi yang dibutuhkan untuk menghubungkan jalur rel di seluruh Pulau Sumatra diperkirakan sangat besar.

“Kalau totalnya itu [pembangunan jaringan rel] Sumatra, itu bisa sekitar US$20 miliar sampai dengan US$25 miliar atau sekitar Rp350 triliun dari ujung ke ujung,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (3/6/2026).

Terkini