Pupuk Indonesia Perluas Ekspor Urea ke Asia Setelah Australia

Selasa, 23 Juni 2026 | 19:36:01 WIB
Sukses di Australia, Pupuk Indonesia Bidik Pasar Bangladesh & India [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) kini tengah merintis peluang pengiriman pupuk ke sejumlah negara di Asia Selatan serta kawasan lainnya, menyusul keberhasilan pengamanan kontrak jangka panjang pasokan urea ke Australia. 

Pupuk Indonesia menegaskan bahwa aktivitas ekspor tetap dijalankan setelah seluruh kebutuhan pupuk di dalam negeri terpenuhi. Perseroan menyatakan bahwa Indonesia mempunyai surplus struktural kapasitas produksi pupuk, sehingga sebagian hasil produksinya memang dialokasikan untuk pasar luar negeri.

Presiden Direktur Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa perseroan sudah memulai kerja sama pemerintah ke pemerintah atau government-to-government (G2G) dengan Australia dan saat ini sedang menjajaki pasar di negara lain.

“Kami sudah mulai dengan Australia, kami sedang berbicara dengan beberapa negara lain, dengan Bangladesh, dengan India, dengan beberapa negara lain yang ada di Asia maupun di Australia,” kata Rahmad usai seremoni kedatangan kapal pengangkut urea Indonesia di Port of Brisbane, Australia, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, minat dari negara-negara tersebut muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya diversifikasi sumber pasokan pupuk di tengah situasi geopolitik global yang bergejolak. 

Pupuk Indonesia pun menyesuaikan distribusi ekspor sesuai dengan musim tanam di tiap-tiap negara tujuan. Meski demikian, Rahmad menegaskan prioritas utama perusahaan tetap memastikan kebutuhan petani dalam negeri tercukupi sebelum mendistribusikan surplus produksi ke pasar ekspor.

“Penuhi dulu kebutuhan dalam negeri. Karena desain industri kami memang sebagian untuk ekspor, maka kami tidak boleh menggunakan pupuk sebagai alat untuk mengganggu kestabilan negara,” ujarnya.

Ekspansi pasar tersebut dilakukan setelah Pupuk Indonesia memberangkatkan kapal MV Medi Luna yang membawa 47.250 ton urea dari Bontang menuju Brisbane. Pengiriman ini menjadi pengapalan perdana dalam skema G2G antara Indonesia dan Australia. 

Kargo tersebut adalah bagian dari kontrak pasokan jangka panjang sebanyak 250.000 ton urea antara Pupuk Indonesia dengan Incitec Pivot Fertilisers Australia sebagai pelaksana kesepakatan kedua negara. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap dengan rata-rata satu kapal setiap bulan selama lima bulan ke depan.

Terkini