Prabowo Siap Rilis B50 Juli 2026 Demi Akhiri Impor Solar Indonesia

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:54:02 WIB
B50 Diluncurkan Juli 2026, Presiden Targetkan Setop Impor Solar [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto bakal meresmikan pemberlakuan kebijakan B50 atau komoditas solar yang dikombinasikan dengan 50% bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit (Biodiesel) mulai Juli 2026. Lewat langkah tersebut, Prabowo mengutarakan bahwasanya Indonesia di masa mendatang sanggup menyudahi aktivitas impor solar.

Pemaparan itu diutarakan oleh Prabowo kala menyampaikan pidato arahan dalam agenda Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII pada Rabu (24/6/2026) bertempat di Gorontalo.

Pada awal penjelasannya, Prabowo mengungkapkan bahwasanya pihak otoritas pada saat ini tengah berikhtiar merealisasikan swasembada pangan. 

Langkah tersebut ditujukan untuk memitigasi rupa-rupa perkara yang tidak dikehendaki, layaknya memanasnya tensi geopolitik dunia. 

Di samping hal tersebut, Prabowo pun mengemukakan bahwasanya pemerintah sedang memacu target swasembada energi. Salah satu upaya yang ditempuh ialah lewat pengaplikasian formula B50.

"Kita akan menuju swasembada BBM, serta swasembada energi. Bulan Juli ini kita akan meluncurkan B50, solar yang diolah dari campuran 50% kelapa sawit," ujar Prabowo.

Presiden mengutarakan bahwasanya lewat pengimplementasian formula B50 tersebut, Indonesia sanggup menyudahi agenda impor BBM.

"Dengan demikian kita tidak akan impor dari luar negeri. Maksimal 4 tahun lagi untuk kebutuhan BBM kita," jelasnya.

Pada kurun sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengemukakan bahwa rangkaian uji coba teknis untuk formula B50 telah dipraktikkan pada bermacam-macam moda angkutan, mulai dari armada kapal laut, kereta api, hingga peranti alat-alat sektor agraris.

Ia menyebutkan, rekam jejak hasil pengujian teknis B50 sepanjang ini memperlihatkan indikator yang positif. Bahlil menjabarkan, lewat pemberlakuan agenda program B50, jajaran eksekutif membidik misi menyetop pasokan impor BBM kategori solar. 

Pihak otoritas berkomitmen mengalihkan beban ketergantungan impor energi menuju produk komoditas yang seutuhnya dapat diproduksi secara mandiri oleh sektor industri domestik.

"Dengan demikian, maka kita akan mengurangi atau bahkan tidak lagi melakukan impor solar, khususnya C48," katanya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada beberapa waktu lalu.

Terkini