Terima Kunjungan Konjen AS, PT PAL Buka Peluang Kerja Sama Maritim

Senin, 29 Juni 2026 | 20:50:02 WIB
PT PAL dan AS Jajaki Kolaborasi Sektor Maritim dan Industri Pertahanan [FOTO: NET].

JAKARTA - PT PAL Indonesia menghadirkan peluang kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) pada sektor maritim serta industri pertahanan lewat penerimaan kunjungan resmi Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green.

"Kunjungan perdana ini membuka ruang dialog strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat khususnya di sektor maritim dan industri pertahanan," kata Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba di Surabaya, Senin (29/06/2026).

Briljan memaparkan bahwa PT PAL selaku National Consolidator industri pertahanan domestik menyediakan ruang sinergi bagi bermacam mitra strategis global yang mengantongi visi selaras dalam mendirikan rantai pasok pertahanan yang kokoh, inovatif, serta berkelanjutan.

Lebih lanjut, langkah transformasi yang dieksekusi oleh PT PAL menjadi alas dasar guna mendirikan ekosistem industri maritim dan pertahanan nasional.

Di samping itu, tutur dia, PT PAL pun telah mengantongi mandat dari pihak pemerintah guna mengonsolidasikan segenap industri maritim di dalam negeri.

Briljan menjelaskan bahwa forum ini turut mengulas seputar pengokohan kolaborasi industri pertahanan Indonesia dan AS, menyertakan peran trusted industrial partnership dalam mendirikan rantai pasok pertahanan yang kian tangguh dan berkelanjutan.

Bagi pihak PT PAL, kedatangan Konsul Jenderal Amerika Serikat melahirkan peluang kolaborasi yang kian lebar pada ranah teknologi maritim, pengokohan rantai pasok industri pertahanan, eskalasi kapabilitas MRO, beserta pelbagai inisiatif strategis lainnya yang menyokong keamanan serta stabilitas area Indo-Pasifik.

"Kami percaya kemitraan yang dilandasi kepercayaan dan transfer kapabilitas akan memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik," ujarnya.

Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, menakar jika langkah transformasi PT PAL lewat penerapan Industry Maritime 4.0 (IM4) telah sukses menaikkan efisiensi pada proses produksi.

“Kami memandang PT PAL sebagai mitra industri penting yang dapat berkontribusi pada tujuan bersama kami dalam mempromosikan keamanan regional, ketahanan ekonomi, dan kolaborasi industri yang terpercaya." kata Green.

Menurut pandangannya, digitalisasi yang dijalankan oleh perusahaan sanggup memotong durasi pembuatan kapal maupun proses docking secara signifikan, sehingga memosisikan PT PAL mengantongi daya saing industri pada level global.

“Prestasi ini tidak hanya meningkatkan keunggulan operasional PT PAL tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di industri pembuatan kapal global bersama negara produsen kapal yang sudah mapan. Kami berharap dapat menjajaki peluang untuk kerja sama yang lebih dalam di tahun-tahun mendatang" ujarnya.

Terkini