RUPST Setuju, Mitratel Bagikan Dividen Jumbo Rp25,6 per Saham

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:53:32 WIB
Mitratel (MTEL) Tebar Dividen Rp2,08 Triliun, Setara 98% Laba Bersih [FOTO: NET].

JAKARTA — Agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel yang digelar pada hari ini, Selasa (30/6/2026), resmi memberikan restu untuk mendistribusikan dividen senilai Rp2,08 triliun atau setara dengan Rp25,6 per lembar saham.

Melalui rilis resmi perusahaan, manajemen MTEL menjabarkan bahwa total pembayaran dividen tersebut merepresentasikan porsi 98% dari perolehan laba bersih perusahaan.

“Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham, setara dengan 98% dari laba bersih Perseroan,” ujar manajemen MTEL, Selasa (30/6/2026).

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa tingkat rasio pembayaran (payout ratio) tersebut bertengger sebagai salah satu yang paling tinggi di dalam peta kompetisi industri menara, sekaligus menandai tahun kedua secara beruntun bagi Mitratel dalam menggelontorkan dividen dengan besaran porsi 98%.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengutarakan bahwa pencapaian kinerja di sepanjang tahun 2025 merefleksikan keandalan fundamental bisnis perusahaan sekaligus memosisikan diri sebagai batu pijakan untuk melaju ke fase ekspansi berikutnya.

“Kami terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui dividen yang konsisten, investasi pada peluang pertumbuhan baru, dan transformasi menuju Next-Generation Tower Company. Dengan fondasi tersebut, kami optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinan Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujar Theodorus.

Di sepanjang periode tahun buku 2025, Mitratel sukses membukukan total pendapatan mencapai Rp9,53 triliun, EBITDA di level Rp7,83 triliun, serta torehan laba bersih sebesar Rp2,12 triliun. 

Realisasi keuangan ini disokong penuh oleh penerapan skema bisnis berbasis pendapatan berulang (recurring revenue), margin profitabilitas yang tinggi, serta likuiditas arus kas operasional yang tebal.

Emiten berkode saham MTEL ini pun konsisten meningkatkan kualitas pertumbuhan usahanya yang tercermin dari kenaikan rasio penyewaan menara (tenancy ratio) ke posisi 1,57x sebagai bukti optimalisasi utilitas aset. 

Perusahaan juga memperkokoh lini bisnis serat optik lewat penambahan jaringan sepanjang 6.160 km secara organik, sehingga merentangkan total jalur kabel hingga menyentuh 57.199 km.

Selaras dengan realisasi ekspansi tersebut, indikator Fiber Billable Length korporasi melonjak ke angka 70.618 km, yang selanjutnya menggerakkan kurva kenaikan pendapatan pada ceruk segmen jaringan serat optik sebesar 18,1% jika disandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Berbekal kepemilikan portofolio yang mencakup lebih dari 40.000 menara telekomunikasi beserta infrastruktur jaringan serat optik yang terus berekspansi, MTEL kian mempertegas posisinya sebagai penguasa sektor infrastruktur telekomunikasi digital di tanah air sekaligus bertindak selaku pilar utama dalam menopang akselerasi transformasi digital secara nasional.

Terkini