Schweinsteiger Desak Juergen Klopp Gantikan Nagelsmann di Jerman

Kamis, 02 Juli 2026 | 06:18:31 WIB
Jerman Tersingkir, Schweinsteiger Dukung Klopp Latih Die Mannschaft [FOTO: NET].

JAKARTA - Hasil minor yang mengejutkan saat menghadapi Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 telah menimbulkan guncangan di internal Timnas Jerman. Desakan hebat kini tertuju kepada sang pelatih kepala, Julian Nagelsmann, pasca-kegagalan tersebut. 

Mantan penggawa Timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, secara terang-terangan memberikan dukungan kepada Juergen Klopp untuk mengambil alih kursi kepelatihan demi mengembalikan gairah positif tim.

Bastian Schweinsteiger, yang menjadi bagian dari skuad pemenang Piala Dunia 2014, meyakini bahwa suksesi kepemimpinan di tubuh Timnas Jerman sangat krusial menyusul rontoknya tim secara dini. 

Ia memandang figur Juergen Klopp mempunyai karisma besar yang diperlukan untuk membangkitkan kembali performa armada Jerman yang dinilai tengah dalam kondisi darurat di bawah kendali Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).

Schweinsteiger, yang bertugas sebagai pengamat sepak bola untuk ARD, membagikan firasatnya terkait potensi pergantian nakhoda pasca-tersingkirnya DFB-Elf. Ia mengamati ada celah yang terbuka lebar bagi Juergen Klopp untuk menempati posisi pelatih kepala Timnas Jerman.

"Saya percaya itu akan terjadi," kata Schweinsteiger ketika ditanya tentang kemungkinan Klopp menggantikan Nagelsmann dikutip dari Goal Internasional, Kamis (2/7/2026).

"Tentu saja, belum ada yang pasti. Tapi saya punya firasat bahwa kemungkinan besar itu akan terjadi."

Pria yang lahir di Kolbermoor pada 1 Agustus 1984 itu pun menyoroti aspek kepemimpinan yang dimiliki mantan juru taktik Liverpool tersebut.

"Jika Jurgen Klopp menjadi pelatih tim nasional, dia juga akan membawa basis kekuatan seperti itu bersamanya."

"DFB sudah dalam keadaan darurat, dan saya merasa itu akan terjadi," tambah Schweinsteiger.

Krisis Identitas

Kendati Julian Nagelsmann masih memiliki ikatan kontrak kerja hingga tahun 2028, posisinya saat ini berada di bawah pengawasan ketat dari jajaran petinggi DFB.

Schweinsteiger menggarisbawahi bahwa pembaruan di sektor kepemimpinan sangat krusial menjelang bergulirnya turnamen berikutnya. Di luar persoalan strategi taktik, ia pun menyoroti krisis identitas yang tengah melanda skuad saat ini.

"Setelah kekalahan seperti itu, selalu ada kemungkinan untuk membicarakan pelatih," kata Schweinsteiger.

"Saya percaya bahwa Jurgen Klopp adalah pelatih hebat dan dia dapat menciptakan rasa optimisme baru. Saya pikir itu akan sangat penting menjelang Kejuaraan Eropa."

Ia juga melayangkan kritik mendalam mengenai pudarnya ketangguhan karakter tim.

"Mantan kolega saya mengatakan kepada saya bahwa kami telah kehilangan DNA kami," tegas Bastian Schweinsteiger.

"Kami melakukan kesalahan bertahun-tahun yang lalu dengan hanya mencari solusi sepak bola. Kami telah menyerah atau mengabaikan kekuatan dan kebaikan kami sendiri yang membuat kami dihormati di luar negeri."

"Sekarang kami tidak lagi memiliki solusi sepak bola dalam pertandingan – dan dalam hal ketangguhan dan intensitas, kami tidak lagi mampu mengimbangi."

"Meksiko, misalnya, memiliki lebih banyak hal itu daripada kami. Kami telah melakukan kesalahan besar di masa lalu dan sekarang kami telah tersingkir lebih awal tiga kali di Piala Dunia; itu bukan lagi suatu kebetulan," pungkasnya.

Respons Klopp

Merespons rumor yang kian berembus kencang, Klopp memilih untuk bersikap waspada dan menahan diri. Pria yang kini memegang jabatan sebagai kepala sepak bola global di Red Bull itu belum menyatakan kesiapannya untuk menerima tawaran tersebut secara terbuka.

"Saya belum memikirkan hal itu," kata Klopp mengenai rumor terkait tim nasional Jerman.

"Saya mengerti bahwa ketika posisi pelatih tim nasional dibahas, nama saya disebut dalam beberapa bentuk."

"Butapi ini bukan saatnya untuk benar-benar membicarakannya. Tidak ada yang perlu dikatakan tentang itu," katanya melanjutkan.

Jajaran pimpinan DFB, termasuk Presiden Bernd Neuendorf dan Direktur Olahraga Rudi Voller, telah mengagendakan untuk segera menggelar sesi evaluasi total atas kegagalan di turnamen tersebut.

Terkini