Danilla Riyadi Berbagi Tips Atasi Overthinking: Fokus Satu Hal

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:31:31 WIB
Cara Danilla Riyadi Atasi Overthinking dengan Tuntaskan Masalah [FOTO: NET].

JAKARTA - Masing-masing individu mempunyai teknik tersendiri demi menyikapi pikiran yang terlalu berlarut-larut atau overthinking. Bagi penyanyi Danilla Riyadi, jalan keluarnya bukanlah menjauh dari problem, melainkan membereskannya satu demi satu hingga benar-benar usai. 

Berdasarkan opini Danilla, keliru satu pemicu individu gampang merasa stres adalah hasrat untuk menuntaskan beragam problem dalam satu waktu yang berbarengan. Imbasnya, benak malah dijejali beraneka probabilitas yang belum tentu menjadi nyata.

"Menurutku, selesaikan satu masalah dulu sampai benar-benar selesai. Jangan lompat ke masalah yang lain," ujar Danilla dalam diskusi Mengenal Diri Lewat Zodiak Jawa dan Primbon di Museum Radya Pustaka, Solo, Jumat (3/7/2026).

Dirinya lantas menyamakan keadaan itu layaknya momen menentukan tontonan di aplikasi streaming.

Ketika terlalu banyak opsi yang masuk dalam benak secara serentak, seseorang malah akan sukar menetapkan pilihan.

"Kayak buka Netflix. Karena pilihannya banyak, kami malah bingung mau nonton apa. Akhirnya enggak jadi nonton apa-apa," katanya.

Menurut pandangan Danilla, ritme yang serupa pun kerap didapati pada aktivitas sehari-hari. Ketika seorang individu terus mengulas bermacam beban pikiran sekaligus, daya mental bakal habis sebelum sempat mengeksekusi tindakan konkret.

Danilla Riyadi mengaku mulai mengenal primbon sejak kecil. Semuanya berawal dari larangan sang ibu untuk memetik bunga.(Kompas.com/Ida Setya)

Cara Danilla Riyadi Atasi Overthinking Fokus pada hal yang bisa dikendalikan

Penyanyi tembang “Ada di Sana” tersebut memaparkan, dirinya senantiasa menempa diri demi mengarahkan atensi pada problem yang tengah dilewati kala itu. Usai memperoleh solusinya, barulah dirinya berpindah ke beban persoalan selanjutnya. 

Baginya, teknik itu membikin isi kepala menjadi kian tertata dan tidak gampang dihinggapi rasa cemas pada hal yang belum pasti terjadi. Dirinya pun membagikan pesan bahwa tidak semua hambatan mesti dituntaskan dalam waktu yang bersamaan. Menyediakan ruang bagi diri sendiri demi fokus pada satu perkara justru menolong seseorang menimbang putusan secara lebih jernih.

Pentingnya meluangkan waktu untuk refleksi

Bukan cuma merampungkan problematika satu per satu, Danilla memandang krusial bagi tiap-tiap orang untuk meluangkan waktu jeda sejenak dari rutinitas harian. Baginya, tidak sedikit individu yang melewatkan hari tanpa benar-benar meresapi apa yang sedang dirasakan oleh hati mereka.

"Dalam 24 jam, coba luangkan 30 menit untuk bertanya ke diri sendiri, 'Aku sudah bahagia belum? Ada yang mengganggu enggak?'" ujarnya.

Kontemplasi diri, sambung Danilla, tidak melulu kudu diterapkan lewat langkah yang berbelit-belit. Seseorang dapat mengawalinya lewat perkara-perkara simpel, misalnya menikmati momen membersihkan diri tanpa teralihkan oleh ponsel, mencermati lingkungan kala berkendara, atau benar-benar mengecap hidangan dan minuman yang tengah dinikmati.

"Kalau memang enggak ada waktu 30 menit, paling enggak misalnya pas naik motor. Benar-benar hadir di momen itu. Rasakan. Lihat sekeliling, 'Oh, pagarnya ada yang biru, ada yang putih,” ujarnya.

Bagi dirinya, rutinitas untuk hadir seutuhnya pada detik yang tengah dilewati dapat menyokong pikiran menjadi kian relaks dan tidak terus-menerus diselimuti beraneka kepanikan.

Terkini