Piala Dunia 2026: Pelatih Paraguay Bantah Hina Ibu Deschamps

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:35:01 WIB
Tensi Panas Prancis Vs Paraguay, Alfaro Bantah Ada Hinaan Personal [FOTO: NET].

JAKARTA - Juru taktik timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, menyangkal tudingan bahwa jajaran staf atau bangku cadangan timnya telah melontarkan kata-kata cacian yang menyerang mendiang ibu dari pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, setelah rampungnya pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026.

 Prahara tersebut mengemuka seusai Timnas Prancis memetik kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay lewat laga yang berjalan sangat ketat. Pertemuan Paraguay vs Prancis sendiri berujung dengan skor 0-1 di Stadion Philadelphia, Minggu (5/7/2026) pagi WIB, melalui gol semata wayang Mbappe pada menit ke-69.

Laga ini digelar dalam situasi cuaca ekstrem yang menyentuh angka 38 derajat celcius, menempatkannya sebagai salah satu pertandingan bersuhu paling panas sepanjang sejarah Piala Dunia, situasi yang ikut memicu memanasnya tensi di lapangan. 

Seusai peluit panjang berbunyi, Deschamps memberikan indikasi perihal adanya perkataan yang dianggapnya sudah kelewat batas.

"Saya sebenarnya tidak perlu mendengar hinaan dari bangku cadangan. Terutama beberapa di antaranya," ujar Deschamps dalam konferensi pers.

Ungkapan tersebut memicu spekulasi dari media-media Prancis, khususnya RMC Sports, bahwa cacian itu ditujukan kepada ibu sang pelatih yang baru saja tutup usia beberapa hari sebelumnya, situasi yang sempat membuat Deschamps bertolak kembali ke Prancis dan melewatkan laga penutup fase grup melawan Norwegia.

Alfaro Bantah Ada Penghinaan Personal

Dalam sesi jumpa pers pascalaga, Alfaro membeberkan bahwa dirinya langsung menghampiri koleganya tersebut begitu pertandingan selesai.

"Hal pertama yang saya lakukan setelah pertandingan adalah mencari Didier Deschamps," kata Alfaro.

"Saya mendoakan yang terbaik untuknya agar bisa mencapai final dan menjadi juara dunia. Bahkan sebelum pertandingan saya sudah mengatakan bahwa ia memiliki tim yang luar biasa."

Saat dicecar pertanyaan spesifik terkait dugaan pelecehan verbal kepada mendiang ibu Deschamps, Alfaro menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mendengar kalimat tersebut dan meyakini barisan stafnya tidak akan berbuat hal serendah itu.

"Tidak, sama sekali tidak. Anda tidak boleh serendah itu dalam sepak bola. Tidak pernah," ujar Alfaro.

"Saya menghormati dan sangat mengaguminya. Memang ada perselisihan, terutama soal VAR. Sebagian meminta penalti, sebagian tidak. Namun saya tidak pernah mendengar penghinaan seperti itu."

"Saya mengenal staf saya. Saya yakin tidak ada seorang pun dari mereka yang akan bersikap seperti itu."

Sebut Ketegangan Bagian dari Pertandingan

Alfaro tidak menampik bahwa jalannya pertandingan diselimuti tensi tinggi serta diwarnai adu mulut di lapangan, termasuk momen yang menyeret sejumlah pemain seperti Kylian Mbappe. Baginya, dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam sebuah laga yang kompetitif.

"Sepak bola adalah olahraga yang penuh duel dan konfrontasi. Gesekan, kontak, dan ketegangan adalah bagian dari permainan," kata Alfaro.

"Mungkin ada beberapa insiden dengan Mbappe atau pemain lain. Mungkin mereka saling mengatakan sesuatu di lapangan. Bagi saya, pertandingan adalah sebuah pertarungan di mana setiap orang menggunakan caranya masing-masing."

"Semua yang terjadi lahir di lapangan dan berakhir di lapangan."

Alfaro pun enggan melayangkan permohonan maaf atas perkara yang menurut pandangannya tidak pernah terjadi.

"Saya tidak akan meminta maaf atas sesuatu yang, sejauh pengetahuan saya, tidak pernah terjadi," ujarnya.

"Namun saya sepenuhnya menentang perilaku seperti itu. Jika mendengar ucapan semacam itu, saya sendiri akan langsung bereaksi. Itu tidak bisa diterima. Saya benar-benar menentangnya."

Terkini