Mayoritas Harga Pangan Cirebon Turun Hari Ini, Beras Stabil

Senin, 06 Juli 2026 | 21:46:01 WIB
Update Harga Pangan Cirebon 6 Juli: Cabai dan Daging Ayam Turun [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai jual komoditas pangan strategis di wilayah Kabupaten Cirebon mencatatkan pergerakan melandai per Senin (6/7/2026). Penurunan nilai yang paling signifikan terlihat pada kelompok komoditas cabai, sedangkan harga komoditas beras di seluruh tingkatan kelas terpantau ajek tanpa pergeseran jika dikomparasikan dengan periode terdahulu.

 Informasi tersebut terefleksikan lewat lembar panel harga pangan Kabupaten Cirebon yang merekam fluktuasi 21 macam barang kebutuhan primer masyarakat.

Komoditas cabai rawit merah bertindak selaku produk dengan koreksi penurunan yang paling tajam. Nilai jual bahan baku ini bertengger di angka Rp51.900 per kilogram atau merosot sebesar 12,85% daripada periode sebelumnya.

Penyusutan nilai turut membayangi jenis cabai merah besar yang menempati posisi Rp42.750 per kilogram alias ambles 5,84%, disusul cabai merah keriting di angka Rp41.200 per kilogram atau minus 5,07 persen, serta jenis cabai rawit hijau pada level Rp47.700 per kilogram atau terkoreksi 3,34%. 

Di samping kelompok hortikultura cabai, nilai jual bawang merah ukuran sedang pun ikut mengalami koreksi ke harga Rp45.450 per kilogram atau menyusut 5,51%. Sementara itu, untuk komoditas bawang putih ukuran sedang terpantau melemah tipis di kisaran 0,69% menuju angka Rp43.100 per kilogram.

Di tengah tren penurunan performa harga pada sejumlah komoditas hortikultura tersebut, nilai jual beras di wilayah Kabupaten Cirebon dilaporkan sama sekali tidak memperlihatkan adanya pergeseran.

Produk beras dengan kualitas bawah I bertahan stabil pada angka Rp14.150 per kilogram, diikuti oleh beras kualitas bawah II yang ajek di posisi Rp13.600 per kilogram. 

Pada segmen medium, harga komoditas beras medium I bertengger pada level Rp15.400 per kilogram dan varian medium II berada di angka Rp14.750 per kilogram.

Sementara itu, untuk produk beras kualitas super I tercatat menempati posisi Rp17.100 per kilogram bersanding dengan kualitas super II di angka Rp16.000 per kilogram. Keseluruhan tingkatan kelas beras tersebut menyandang status harga yang stagnan. 

Kondisi stabilnya nilai jual beras ini mengindikasikan tidak bergulirnya pergerakan yang berarti pada jenis bahan pangan pokok utama warga lokal tersebut. 

Fenomena selaras pun terekam pada proses pemantauan harga pangan yang dieksekusi oleh pihak dinas daerah lewat instrumen Sistem Informasi Komoditas Harga Pangan Kabupaten Cirebon.

Bahan pokok sumber protein hewani pun terpantau memamerkan tren pergerakan yang melandai. Harga daging ayam ras dalam kondisi segar merosot sebesar 2,96% menuju angka Rp32.800 per kilogram. Komoditas telur ayam ras segar juga ikut melemah sebesar 4,09% menjadi Rp24.650 per kilogram.

Adapun untuk nilai jual daging sapi kualitas I berada di level Rp157.100 per kilogram atau meluncur tipis 0,16%, sedangkan produk daging sapi kualitas II bertengger di angka Rp148.050 per kilogram atau turun berkisar 0,10%. 

Walaupun sedang dihampiri tren penurunan, komoditas daging sapi konsisten bertindak selaku bahan makanan dengan nominal harga paling tinggi di antara seluruh jenis pangan yang masuk dalam daftar pantauan.

Pada kelompok bahan primer lainnya, fluktuasi harga berjalan dalam ruang pergerakan yang terhitung amat terbatas. Nilai jual untuk minyak goreng jenis curah menyusut 0,93% menuju angka Rp21.350 per liter. 

Produk minyak goreng kemasan bermerek I melemah tipis 0,43% ke level Rp23.250 per liter, sedangkan untuk varian minyak goreng kemasan bermerek II terpantau ajek di harga Rp22.700 per liter.

Beralih pada komoditas pemanis, produk gula pasir dengan kualitas premium mengalami penurunan tipis sebesar 0,26% ke level Rp19.300 per kilogram. Sementara itu, untuk varian gula pasir lokal dilaporkan bertahan tanpa pergeseran pada posisi Rp18.400 per kilogram.

Terkini