Melalui Si PANDAI, Deli Serdang Atasi Fluktuasi Bawang Merah

Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05:31 WIB
Produksi Bawang Deli Serdang Fluktuatif, Pemkab Dorong Pasar Digital [FOTO: NET].

JAKARTA - Hasil panen bawang merah di wilayah Deli Serdang, Sumatra Utara, dilaporkan mengalami fluktuasi setiap tahunnya dengan kecenderungan menurun. 

Badan Pusat Statistik mendata pada tahun 2020 volume produksi bawang merah di Deli Serdang menyentuh 6.565 kuintal, kemudian pada 2021 naik menjadi 10.660 kuintal, tahun 2022 turun ke angka 4.985 kuintal, tahun 2023 bergeser ke 5.115 kuintal, pada 2024 jumlah produksi berada di angka 4.202 kuintal, dan pada 2025 tercatat sebesar 2.975 kuintal.

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengutarakan bahwa pemerintah kabupaten (pemkab) senantiasa menyokong program peningkatan kesejahteraan kaum petani, salah satunya lewat terobosan digital yang dinilai mampu menolong kepastian serapan pasar sekaligus menstabilkan nilai jual komoditas agraris.

Ketika meninjau secara langsung sekaligus ikut serta dalam agenda panen komoditas bawang merah bersama Kelompok Tani Jaya Tani di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Senin (6/7/2026), Asri menegaskan pihak Pemkab Deli Serdang kini tidak cuma menitikberatkan perhatian pada dongkrak volume hasil tani. Keterjaminan sektor pasar yang akan menyerap produk pascapanen serta nilai jual yang memberikan profit bagi petani juga menjadi fokus perhatian.

“Pemkab saat ini masih terus mengembangkan aplikasi Si PANDAI (Sistem Pantau Data Pangan Indonesia) yang akan memudahkan kami mengetahui kapan petani panen, siapa yang membeli hasil panennya, hingga dipasarkan ke mana. Dengan begitu, pemerintah dapat membantu menjamin pasar sekaligus menjaga stabilitas harga hasil pertanian," kata Asri, dikutip Selasa (7/7/2026).

Dipaparkan oleh Asri, agenda panen bawang yang digarap oleh kelompok tani di Dusun PW Asri A merupakan bagian dari tahapan awal pengoperasian Si PANDAI. Terobosan dalam klaster sistem pertanian berbasis teknologi digital tersebut telah diluncurkan pada Maret 2026 silam dan sebelumnya sudah diterapkan untuk komoditas cabai.

Asri menuturkan bahwa Si PANDAI berkemampuan mengawasi, mengelola, sekaligus menyokong efisiensi aktivitas dagang serta budidaya tanaman secara real-time sehingga menyokong langkah pemerintah dalam mengendalikan laju tekanan inflasi, di samping melacak segala proses budidaya dari fase produksi, panen, hingga distribusi ke area pasar dan konsumen akhir.

“Melalui sistem ini, pemerintah daerah bisa mengintegrasikan data pertanian mulai dari luas tanam, jadwal, hingga waktu panen untuk memperkuat pendampingan dan pengambilan kebijakan di sektor pangan,” jelasnya.

Sementara itu, jalannya panen di Desa Sidodadi Ramunia kemarin mampu mendatangkan komoditas bawang merah sekitar 1,3 ton dari area lahan garapan petani seluas 7 (tujuh) rante atau berkisar 2.800 meter persegi. Produk pascapanen tersebut seketika ditebus oleh Pemkab Deli Serdang lewat BUMD setempat dengan patokan harga sebesar Rp24.000 per kilogram (kg).

Asri memaparkan bahwa pihak Pemkab menginginkan agar kaum petani memperoleh profitabilitas yang konsisten sepanjang tahun.

“Bukan hanya untung sekali terus kemudian harus menghadapi harga yang anjlok. Kami ingin untungnya stabil sepanjang tahun,” jelasnya.

Di sela kegiatan tersebut, Bupati Deli Serdang menyerahkan pelbagai modal stimulus berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani, di antaranya combine harvester, traktor roda empat, handsprayer elektrik, seperangkat mesin pompa air, hingga bantuan benih padi hybrida. Penyaluran bantuan ini dimaksudkan sebagai langkah memacu produktivitas sektor tani sekaligus taraf hidup petani.

Asri juga memberikan perhatian khusus bagi jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Menurut pendapatnya, unsur PPL mesti proaktif merancang skema dan lini masa masa tanam agar masa panen tidak bergulir serentak dalam jumlah masif yang berisiko memicu merosotnya nilai jual komoditas di pasaran.

"PPL harus mengatur pola tanam sehingga produksi tetap terjaga dan petani tidak mengalami kerugian. Begitupun dengan alsintan. Kalau kebutuhan alat pertanian masih kurang, segera laporkan," tandasnya.

Terkini