Sinergi Kemenaker dan Dewan KEK Siapkan Tenaga Kerja Mandalika

Selasa, 07 Juli 2026 | 23:29:01 WIB
Pemerintah Siapkan SDM Kompeten Guna Sokong KEK Mandalika [FOTO: NET].

JAKARTA - Pihak pemerintah berkomitmen penuh mematangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang andal demi menyokong akselerasi investasi di area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Wujud komitmen ini direalisasikan lewat agenda Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja dan Pelatihan di Wilayah KEK Mandalika, di Lombok, Jumat (3/7/2026) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK.

“Bagi saya, Kawasan Ekonomi Khusus merupakan salah satu instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika kami berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, salah satu jawabannya adalah KEK, karena memang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Gelaran FGD ini bertindak selaku wadah guna mendata kebutuhan kualifikasi tenaga kerja, kesiapan dari instansi pelatihan vokasi, sekaligus merumuskan skema program pelatihan yang selaras dengan keperluan sektor industri di kawasan KEK Mandalika.

Sinergitas antara Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK dengan Kementerian Ketenagakerjaan ini menjadi bagian dari strategi dalam menopang target pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,4 persen untuk periode 2026 lewat dongkrak produktivitas pekerja serta pemantapan link and match antara program pelatihan vokasi dengan keperluan riil dunia usaha.

Akselerasi mutu SDM ini pun sejalan dengan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026 yang menetapkan program pelatihan vokasi beserta pemagangan selaku instrumen krusial dalam mendongkrak produktivitas sekaligus menstimulus penyerapan tenaga kerja secara lebih cepat.

Pihak pemerintah dilaporkan sudah menggelontorkan dana anggaran senilai Rp6,26 triliun demi menyokong jalannya program pemagangan yang mulai dioperasikan pada Juli 2026. Di lain sisi, grafik realisasi investasi di wilayah KEK Mandalika terus memperlihatkan pergerakan yang positif.

Sampai dengan periode triwulan I 2026, zona tersebut membukukan akumulasi investasi kumulatif menyentuh angka Rp6,06 triliun disertai penyerapan tenaga kerja yang telah menembus 20.862 orang.

 Pencapaian ini mengindikasikan bahwa akselerasi aliran modal masuk wajib dibarengi dengan penyediaan tenaga kerja terampil agar kriteria industri bisa terakomodasi dan investasi dapat secepatnya terwujud di lapangan.

Di tengah jalannya FGD, Yassierli menegaskan bahwasanya ekspansi KEK Mandalika membutuhkan sokongan SDM yang andal, khususnya pada klaster hospitality seiring dengan merangkak naiknya volume investasi serta dinamika pariwisata di area tersebut. 

Di tengah pelbagai hambatan kondisi ekonomi, menurut pandangannya program magang bertindak menjadi salah satu alternatif jalan keluar guna memacu kesiapan para pekerja dalam memasuki ekosistem dunia kerja.

“Ketika ekonomi sedang menghadapi berbagai tantangan, program magang menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam memasuki dunia kerja,” lanjutnya.

Pada pelaksanaan Program Magang Nasional di periode sebelumnya, tercatat berkisar 100.000 peserta berpartisipasi dalam program terkait dan sekitar 30 persen di antaranya berhasil memperoleh tawaran ikatan kerja dari korporasi tempat mereka melaksanakan kegiatan magang.

Menurut penilaian Menaker, perolehan angka tersebut memperlihatkan bahwa program magang bertindak selaku salah satu instrumen yang andal dalam menjembatani para pencari kerja untuk bertransisi menuju ekosistem dunia industri.

Ia pun memberikan perhatian khusus pada masih besarnya angka mismatch tenaga kerja di tanah air, baik pada kategori vertical mismatch maupun horizontal mismatch. Oleh sebab itu, skema pelatihan yang berkonsentrasi pada tingkat kesiapan kerja (job-ready training) serta dirancang secara tailor-made menyesuaikan dengan keperluan konkret pihak industri dipandang menjadi strategi fundamental guna melahirkan angkatan kerja yang kompeten sekaligus siap pakai.

Terkini