OJK Catat 2 Perusahaan Antre IPO, Bidik Dana Rp140 Miliar

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:04:01 WIB
Dua Perusahaan Bersiap IPO, OJK Sebut Target Dana Rp140 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendata ada dua perusahaan yang saat ini masuk dalam antrean untuk melepaskan sahamnya ke masyarakat luas atau Initial Public Offering (IPO) per Juni 2026.

Kepala Executif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan, kedua calon emiten tersebut diestimasikan bakal meraup dana segar hingga Rp140 miliar.

 Kendati demikian, Hasan tidak menjabarkan secara lebih mendalam perihal rincian identitas kedua perusahaan tersebut.

Di samping itu, OJK juga menghimpun data bahwa ada sebanyak 7 perusahaan yang telah melangsungkan penawaran saham ke publik dengan akumulasi perolehan dana menyentuh Rp2,16 triliun. Walau begitu, belum seluruh dari emiten tersebut resmi mencatatkan listing sahamnya di BEI.

Hingga periode Juni 2026, tercatat enam korporasi telah menyerahkan dokumen prospektusnya untuk melantai di lantai Bursa. Keenam perseroan tersebut dideklarasikan antara lain PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. 

(RANS), PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), PT Niramas Utama Tbk. (JELI), PT Bach Multi Global Tbk. (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI), serta PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL). 

Sementara itu, untuk PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) diketahui sudah resmi memperdagangkan sahamnya di Bursa sejak April 2026 yang lalu.

Secara keseluruhan, OJK membukukan masih terdapat sekitar 11 agenda penawaran umum yang tersimpan di pasar modal. Nilai akumulasi dari penghimpunan dana tersebut bahkan diproyeksikan mampu menembus angka Rp15,84 triliun.

”Hingga Juni 2026, nilai fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai angka Rp112,67 triliun dan masih terdapat 11 rencana penawaran umum di dalam pipeline,” tuturnya lewat siaran pers hasil RDK OJK, Selasa (7/7/2026).

Sementara di sepanjang tahun berjalan ini, OJK merekam telah terjadi 126 aktivitas penawaran umum dengan total perolehan modal terkumpul senilai Rp112,67 triliun. 

Skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS tercatat mendominasi aliran dana dengan perolehan menyentuh Rp89,51 triliun, disusul Penawaran Umum Terbatasan (PUT) senilai Rp12,70 triliun, serta EBUS reguler sebesar Rp8,30 triliun. 

Di sisi lain, OJK memaparkan dana yang berhasil diserap lewat metode Security Crowdfunding (SCF) berada di angka Rp1,98 triliun.

Geliat penawaran umum yang cukup semarak ini berjalan beriringan dengan laju ekspansi jumlah investor pasar modal di tanah air sepanjang Juni 2026.

 Akumulasi investor di pasar modal Indonesia saat ini telah menembus angka 28,96 juta SID, atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 42,22% secara year-to-date (YtD).

Terkini