Daftar 5 Bandara Tersibuk di Indonesia Januari-Mei 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 02:35:01 WIB
Data BPS: Bandara Soekarno-Hatta Jadi yang Paling Ramai [FOTO: NET].

JAKARTA — Bandar udara atau bandara memegang peranan krusial sebagai salah satu gerbang utama pergerakan pelancong domestik maupun pelancong internasional di bermacam wilayah Indonesia.

Walaupun persoalan harga tiket pesawat tengah menjadi sorotan utama semenjak ongkos avtur melonjak melampaui 70% pada April kemarin, realitanya mobilitas aktivitas di area bandara tetap berjalan konstan. 

Kendati demikian, fluktuasi penurunan tren memang kelihatan melanda, khususnya pada sektor penerbangan rute domestik.

Merujuk pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap lima bandara utama yang masuk dalam pemantauan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang sukses menempati urutan sebagai bandara paling padat dan tersibuk, baik untuk mengakomodasi penerbangan domestik maupun internasional.

Sepanjang kurun waktu Januari sampai Mei 2026, akumulasi jumlah penumpang angkutan udara rute domestik menyentuh angka 23,3 juta orang.

 Rapor pergerakan penumpang paling masif terpusat di Soekarno-Hatta, Tangerang yang menembus 6,5 juta orang atau merepresentasikan 27,98% dari total keseluruhan penumpang domestik.

Posisi berikutnya disusul oleh Bandara Juanda (SUB) di Surabaya yang mencatatkan pergerakan sebanyak 2,0 juta orang atau setara dengan 8,52% dari kumulatif penumpang domestik. 

Pada periode yang sama, volume lalu lintas penumpang angkutan udara yang bertolak ke luar negeri alias rute internasional, baik yang mengandalkan maskapai nasional maupun maskapai asing, terdata sebanyak 8,1 juta orang.

Kontribusi penumpang tujuan luar negeri paling dominan disumbang oleh Bandara Soekarno-Hatta yang sukses menyentuh angka 3,4 juta orang atau memegang andil 42,80% dari total manifes penumpang internasional, lalu disusul oleh Bandara Ngurah Rai, Denpasar dengan torehan 2,9 juta orang atau berkontribusi sebesar 35,88%.

BPS menjabarkan bahwa sepanjang periode tersebut untuk kategori rute domestik, hanya Soekarno-Hatta yang berhasil menorehkan grafik pertumbuhan positif secara tahunan yakni sebesar 2,91% year on year (yoy). 

Sebaliknya, jajaran bandara utama lainnya justru harus puas membukukan penurunan, dengan kontraksi terdalam dialami oleh Juanda yang merosot hingga —5,30%.

Di sisi lain, mobilisasi penumpang internasional terpantau mencatatkan tren kenaikan di hampir seluruh bandara utama, terkecuali untuk Bandara Kualanamu yang justru mengalami kontraksi di level 11,45% yoy.

Jika ditinjau secara bulanan atau month to month (mtm), akumulasi jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Mei 2026 berada di angka 4,1 juta orang, alias melandai sebesar 10,11% apabila dikomparasikan dengan catatan pada April 2026.

Penyusutan volume penumpang tersebut melanda Bandara Juanda dengan penurunan mencapai 23,26%, disusul Kualanamu di Medan sebesar 19,38%, Hasanuddin di Makassar sebesar 18,55%, serta Soekarno-Hatta yang turun 8,17%. 

Kondisi berkebalikan justru dialami oleh Bandara Ngurah Rai yang sukses mencatatkan lonjakan tipis penumpang sebesar 4,51%.

Sementara itu, untuk pergerakan penumpang angkutan udara ke luar negeri (internasional) pada Mei 2026 bertengger di angka 1,7 juta orang, mengalami kenaikan sebesar 5,98% dari capaian bulan April 2026.

Akselerasi peningkatan jumlah penumpang rute luar negeri ini didapati di Bandara Hasanuddin sebesar 36,44%, Juanda sebesar 9,47%, Ngurah Rai sebesar 5,93%, serta Soekarno-Hatta dengan pertumbuhan 4,27%. Fenomena sebaliknya justru menimpa Bandara Kualanamu yang terpaksa merosot sebesar 11,45%.

Terkini