BMKG Resmikan Radar Cuaca S-Band Pertama Indonesia di Cilacap

Rabu, 08 Juli 2026 | 19:34:32 WIB
BMKG Luncurkan Radar Cuaca S-Band Pertama di Cilacap [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengesahkan operasional Radar Cuaca S-Band Cilacap, Jawa Tengah, yang menjadi pionir jenisnya di tanah air guna mengoptimalkan pemantauan kondisi cuaca serta penanggulangan bencana hidrometeorologi di kawasan selatan Pulau Jawa.

Setelah meresmikan Gedung Radar Cuaca Cilacap yang terletak di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa fasilitas ini ialah Radar Cuaca S-Band pertama yang resmi beroperasi di tanah air sekaligus wujud pemenuhan target kepemilikan 75 radar cuaca secara nasional.

“Saat ini BMKG telah memiliki 45 radar cuaca yang tersebar di berbagai daerah. Ini merupakan kerja keras kami semua untuk dapat memenuhi jangkauan radar cuaca di Indonesia," katanya.

Berdasarkan penjelasannya, pemilihan Cilacap didasari posisi geografisnya di tepi pantai selatan Jawa yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, menjadikannya area krusial dalam mendeteksi hujan, intensitas curah hujan, serta ancaman bencana hidrometeorologi basah.

Teknologi ini pun digunakan demi menunjang keamanan moda transportasi udara, laut, maupun darat, di samping menjadi basis rujukan data bagi jajaran pemerintah daerah pada bidang pertanian, tata kelola air, sektor energi, hingga kegiatan pembangunan.

Ia memaparkan bahwa BMKG kini mengelola kurang lebih 10.800 unit peralatan utama di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, serta kemaritiman demi menyokong bermacam lini pembangunan.

Di luar wilayah Cilacap, perangkat radar cuaca S-Band dengan radius pantauan mencapai 400 kilometer turut didirikan di Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, sementara satu unit radar C-Band ditempatkan di Tangerang.

“Radar di Cilacap merupakan aset strategis yang dibangun dengan standar operasional ketat, termasuk melalui proses factory assessment di Jerman, dan diproyeksikan dapat beroperasi hingga lebih dari 15 tahun dengan perawatan yang baik,” kata Faisal.

Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menerangkan bahwa perangkat radar cuaca milik BMKG terbagi ke dalam tiga jenis, yakni X-Band, C-Band, dan S-Band.

Menurut penuturannya, radar S-Band mempunyai radius pemantauan paling luas hingga 400 kilometer, berbanding terbalik dengan C-Band yang berkisar 200 kilometer dan X-Band yang berada di kisaran 150 kilometer.

Selain keunggulan daya jangkau yang lebih masif, radar S-Band pun dapat dikoneksikan dengan sistem jaringan radar BMKG di seluruh penjuru tanah air serta mempunyai tingkat ketajaman resolusi yang lebih optimal, sehingga menyajikan kabar cuaca yang presisi sampai pada level kelurahan.

“Frekuensi operasionalnya juga dapat disinkronkan dengan radar milik TNI Angkatan Udara,” kata Guswanto.

Di acara tersebut, Pelaksana Tugas Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyampaikan apresiasinya atas kehadiran fasilitas radar baru ini lantaran dipercaya mampu memperkokoh sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi sekaligus mengamankan laju transportasi udara dan laut.

Ia menaruh harapan agar operasional radar ini dapat memicu pertimbangan pemerintah pusat untuk menghidupkan kembali rute penerbangan komersial ke Cilacap serta memacu akselerasi Pelabuhan Tanjung Intan menuju pelabuhan berskala internasional yang terbuka.

Merujuk pada data resmi BMKG, pengerjaan Radar Cuaca S-Band Cilacap ini termasuk dalam rangkaian program Development of Maritime Observation Infrastructure and Forecasting Technology for Maritime Meteorological System-2 (MMS-2) yang dijalankan demi memperkuat jaringan observasi meteorologi maritim nasional.

Penempatan radar di Cilacap difokuskan untuk mengintensifkan pengawasan cuaca di pesisir selatan Jawa beserta kawasan Samudra Hindia, sekaligus mengoptimalkan performa layanan informasi dini cuaca ekstrem kepada publik maupun sektor-sektor strategis terkait.

Sementara itu, proses penyelesaian untuk empat unit radar cuaca lainnya masih terus berjalan, meliputi Radar Cuaca S-Band Natuna yang memantau Laut Natuna Utara, Radar Cuaca S-Band Tanjung Pinang yang memonitor area Selat Malaka serta Selat Karimata, Radar Cuaca S-Band Saumlaki guna menopang deteksi cuaca di Laut Arafuru, Laut Banda, dan kawasan timur Indonesia yang rentan terhadap fenomena cuaca ekstrem serta siklon tropis, sedangkan satu Radar Cuaca C-Band ditempatkan di Tangerang demi memperluas cakupan deteksi cuaca di area Jabodetabek dan sekitarnya.

Terkini