Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Gelontorkan Rp801 Miliar ke Sumut

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:15:32 WIB
Mentan Siapkan Bantuan Rp801 Miliar untuk Sektor Pertanian Sumut 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan bantuan sektor pertanian hingga perkebunan dengan nilai Rp801,025 miliar untuk wilayah Sumatera Utara pada tahun 2026 guna memperkuat produksi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kesejahteraan petani.

"Total bantuan pertanian ini dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Kami hanya pembantu untuk (menyalurkan bantuan) sektor pertanian," kata Mentan sebagaimana pernyataan di Medan, Sumatera Utara, Kamis.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk sektor tanaman pangan sebesar Rp131,293 miliar, hortikultura Rp48,762 miliar, perkebunan Rp131,402 miliar, peternakan Rp3,476 miliar, prasarana dan sarana pertanian Rp3,476 miliar, serta lahan dan irigasi pertanian sebesar Rp346,113 miliar.

Khusus subsektor perkebunan, dukungan diberikan bagi pengembangan kakao senilai Rp46,501 miliar, kelapa Rp9,518 miliar, program perkebunan Rp75,171 miliar, dan kopi Rp211 juta.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan memperkuat pembangunan pertanian Sumatera Utara, meningkatkan produktivitas berbagai komoditas unggulan, memperluas kesempatan usaha petani, serta memperkokoh ketahanan pangan dan perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Mentan menyampaikan hal itu saat kuliah umum Kementerian Pertanian RI bertajuk "Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan" di Universitas Sumatera Utara yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumut Surya.

Mentan juga mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara agar berinovasi dalam mengembangkan sektor pertanian serta mengawal keberlanjutan swasembada pangan demi memperkuat ketahanan pangan dan kemajuan Indonesia.

"Menteri itu hanya sementara, selesai jabatan selesai. Yang melanjutkan perjuangan ini adalah anak-anak muda. Karena itu kampus harus melahirkan penemuan-penemuan baru. Kalau ingin Indonesia semakin maju, harus ada new invention, harus ada lompatan inovasi,” ucapnya.

Menurut Amran, Universitas Sumatera Utara bisa menjadi pusat lahirnya inovator pertanian yang mampu melanjutkan estafet swasembada pangan nasional. Ia menekankan bahwa masa depan pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keberanian generasi muda menghadirkan riset, inovasi, dan teknologi yang menjawab tantangan sektor pertanian.

Amran menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya sumber daya manusia unggul serta penghasil inovasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat sektor pertanian.

Lebih lanjut, ia menekankan sinergi antara kampus, pemerintah sebagai regulator, dan dunia usaha sebagai pelaku pembangunan menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pertanian nasional.

“Kampus adalah sumber dari sumber terbaik. Pemerintah regulator, pengusaha eksekutor. Kami mencoba tiga sektor ini berjalan bersamaan karena tidak mungkin membangun pertanian hanya dari satu sisi,” imbuh Amran.

Oleh karena itu, Mentan mendorong dosen dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pengembangan teknologi, riset, hingga hilirisasi komoditas pertanian agar hasil penelitian dapat memberikan nilai tambah serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Harus ikut serta dosen dan mahasiswa meneliti hilirisasi. Kalau ada penelitian kedelai atau komoditas lain yang bisa memperkuat pangan nasional, langsung kami kerja sama,” katanya.

Terkini