OIKN: Kualitas dan K3 Jadi Prioritas dalam Pembangunan 170 Proyek IKN

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:22:01 WIB
Kepala OIKN Basuki Pastikan 170 Proyek di IKN Utamakan Kualitas [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan bahwa 170 proyek di IKN, baik yang telah selesai maupun yang masih dalam tahap konstruksi, sepenuhnya mengutamakan kualitas demi menjamin keselamatan penghuni, efisiensi energi, serta mendukung ekonomi jangka panjang.

"Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selalu kami perketat guna meminimalisir kecelakaan kerja. Kecelakaan bisa saja terjadi kapan saja, maka antisipasi dan kewaspadaan harus diutamakan," ujar Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Kamis.

Dalam melaksanakan pekerjaan, lanjutnya, pihaknya berupaya bergerak cepat agar target tuntas pada 2028 dapat tercapai. Namun, percepatan tersebut tetap dilakukan dengan mengutamakan rasa aman dan nyaman, serta berpedoman pada tiga pilar utama pembangunan, yaitu estetika, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan.

Guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, OIKN secara rutin melakukan pemantauan serta evaluasi bersama kementerian/lembaga, pihak swasta/investor, penyedia jasa konsultan konstruksi, penyedia jasa konstruksi, serta manajemen konstruksi induk.

Basuki menambahkan bahwa pembangunan IKN didukung melalui beberapa skema pembiayaan, yakni dukungan APBN yang dikerjakan oleh kementerian terkait, APBN melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta investasi murni dari sektor swasta.

"Untuk pembangunan yang didanai APBN tidak hanya dilaksanakan oleh OIKN, tetapi juga didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," katanya.

Rincian 170 proyek tersebut terdiri dari 40 proyek fisik yang dikelola OIKN, dengan rincian sembilan paket selesai pada 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi, serta 16 paket dalam tahap persiapan lelang. Proyek dalam tahap konstruksi meliputi gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, embung, jaringan jalan, kolam retensi, serta jaringan perpipaan air minum.

Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, dengan 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam proses konstruksi, termasuk Jalan Tol IKN dan duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket, di mana 11 paket telah selesai dan satu paket dalam tahap pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dari skema investasi swasta terdapat 15 proyek. Sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama, dengan sembilan proyek telah selesai dibangun dan enam proyek memasuki tahap konstruksi. Sementara melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri atas enam sektor jalan dan tujuh sektor hunian yang akan segera memasuki tahap pembangunan.

Terkini