BEI Siapkan Penerbitan ETF Emas dan Multikelas, Dana Kelolaan Rp93,9 Miliar

Minggu, 20 September 2026 | 05:43:00 WIB
BEI Siapkan Penerbitan ETF Emas dan Multikelas, Dana Kelolaan Rp93,9 Miliar

EKONOMI360.ID — Bursa Efek Indonesia menyiapkan sejumlah produk exchange traded fund baru yang bakal meluncur sebelum tutup tahun 2026, mencakup ETF emas dan ETF multikelas. Dana kelolaan tujuh produk ETF emas yang sudah beredar tercatat Rp93,9 miliar hingga akhir Agustus 2026, angka yang mendorong minat sejumlah manajer investasi menerbitkan produk serupa.

Kepala Unit Pengembangan Bisnis Produk Terstruktur BEI Pradapaningsih menyatakan pipeline penerbitan ETF saat ini masih didominasi produk berbasis emas. Sejumlah manajer investasi juga tengah bersiap menerbitkan ETF multikelas, instrumen yang pengaturannya tergolong baru di pasar modal Indonesia.

"Pipeline penerbitan ETF setahu saya ada beberapa, tapi masih yang ETF emas. Kemudian kita juga akan ada penerbit yang akan menerbitkan ETF multikelas," kata Prada saat ditemui di BEI, Sabtu (19/9/2026).

Permintaan ETF Emas Melonjak, Penerbit Baru Mengantre

Lonjakan permintaan terhadap ETF emas menjadi pemicu utama antrean penerbitan produk baru. Prada menyebut banyak manajer investasi yang menyatakan minat menerbitkan ETF emas, meski ia enggan merinci jumlah produk yang sedang dalam pipeline.

"Permintaannya cukup tinggi kalau untuk emas. Jadi banyak manajer investasi yang memang mau menerbitkan produk itu. Aku enggak bisa disclose sih, tapi masih ada," tegasnya.

Minat tersebut tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan ETF emas yang sudah melantai di BEI. Hingga akhir Agustus 2026, tujuh produk ETF emas yang diterbitkan tujuh manajer investasi mencatat dana kelolaan Rp93,9 miliar.

OJK Beberkan Capaian Dana Kelolaan ETF Emas

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan Hasan Fawzi memaparkan capaian tersebut sejak ETF emas pertama kali diluncurkan di BEI.

"Sejak diluncurkan, hingga akhir Agustus ada 7 produk ETF emas yang diterbitkan 7 MI dengan dana kelolaan Rp93,9 miliar," kata Hasan.

Angka itu menempatkan ETF emas sebagai salah satu instrumen alternatif yang tumbuh di pasar modal domestik, seiring naiknya minat investor terhadap eksposur emas tanpa harus memegang logam fisik.

ETF Multikelas Jadi Uji Coba Berikutnya

Selain ETF emas, BEI menyiapkan ETF multikelas sebagai produk anyar berikutnya. Penerbitan instrumen ini menuntut kesiapan manajer investasi karena kerangka pengaturannya belum lama diterbitkan otoritas.

Prada tidak menyebut total produk yang sedang mengantre di pipeline, baik untuk ETF emas maupun multikelas. Ia hanya memastikan sejumlah rencana penerbitan masih berjalan menjelang sisa tahun 2026.

Bagi investor, penambahan produk ETF berarti opsi diversifikasi makin luas, khususnya untuk eksposur komoditas dan kelas aset campuran. Namun besaran dana kelolaan Rp93,9 miliar menunjukkan pasar ETF emas domestik masih dalam tahap awal dibanding total dana kelolaan industri reksa dana nasional.

Terkini