JAKARTA - PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI), yang dikenal sebagai penyedia layanan jasa otomotif spesialis perbaikan kaki-kaki kendaraan roda empat, menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 25% hingga 30% pada tahun 2026.
Hal ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk memperluas jaringan bengkel dan meningkatkan efisiensi operasionalnya.
Dengan sudah memiliki 22 cabang yang tersebar di Jawa dan Bali, perusahaan ini terus berupaya mengukuhkan posisinya di pasar otomotif Indonesia, terutama dalam layanan servis mobil.
Imam Sujono, Direktur Utama KAQI, menegaskan bahwa ekspansi bengkel baru dan penguatan efisiensi menjadi fokus utama perusahaan untuk mencapai target tersebut.
Rencana Ekspansi Cabang Baru untuk Dominasi Pasar
Salah satu langkah ekspansi yang sedang dipersiapkan adalah pembukaan cabang baru di Bogor dan penambahan cabang di Gianyar, Bali. Rencana ini tidak hanya untuk memperluas jangkauan layanan, tetapi juga untuk mengokohkan dominasi KAQI di Bali, mengingat akan ada tiga cabang besar yang tersebar di daerah tersebut.
Menurut Imam Sujono, permintaan terhadap servis kaki-kaki kendaraan ini sangat stabil, bahkan tidak terlalu dipengaruhi oleh inflasi. Ketika masalah pada kaki-kaki kendaraan muncul, maka perbaikan harus segera dilakukan, yang membuat permintaan untuk layanan KAQI tetap tinggi.
Untuk itu, KAQI berkomitmen untuk memberikan kualitas layanan terbaik dengan harga yang terjangkau. Perusahaan ini bahkan memberikan jaminan perlindungan servis gratis selama satu tahun apabila masalah yang sama muncul kembali setelah perawatan. Dengan pendekatan ini, KAQI berusaha menjaga kepuasan pelanggan sekaligus memperluas pangsa pasar.
Strategi Pendanaan dan Penggunaan Dana IPO
Selain melakukan ekspansi, KAQI juga mencatatkan strategi pendanaan yang efektif melalui penyerapan dana dari penawaran umum perdana (IPO). Hingga November 2025, perusahaan ini telah berhasil merealisasikan dana IPO sebesar Rp47,32 miliar, yang digunakan untuk berbagai keperluan.
Sebesar Rp40,22 miliar atau sekitar 81,12% dari dana IPO tersebut telah digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex), yang mencakup pembangunan dan renovasi bengkel baru.
Selain itu, KAQI juga menggunakan Rp6,34 miliar atau 12,79% untuk memberikan pinjaman ke anak usaha, serta Rp764,42 juta untuk belanja operasional.
Sisa dana IPO sebesar Rp2,25 miliar atau sekitar 4,54% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas baru dan pengadaan alat kerja yang dibutuhkan untuk mendukung operasional cabang yang akan dibuka pada tahun 2026.
Dengan rencana penggunaan dana ini, KAQI bertujuan untuk memperkuat fasilitas pendukung yang akan menggenjot pendapatan perusahaan.
Komitmen Pembagian Dividen Sebagai Apresiasi kepada Investor
Sebagai wujud apresiasi atas pencapaian kinerja dan pertumbuhan yang positif, KAQI juga merencanakan untuk membagikan dividen kepada para investor pada tahun 2026.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Keuangan KAQI, Dodon Tri Koeswardana, yang menyatakan bahwa dividen ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan penghargaan kepada para pemegang saham atas dukungan mereka. Pembagian dividen ini juga sejalan dengan strategi perusahaan yang berfokus pada pertumbuhan organik dan keberlanjutan usaha.
Menurut Dodon, hingga akhir 2025, KAQI berpotensi meraih pendapatan sekitar Rp75 miliar. Salah satu kontribusi utama terhadap pencapaian ini datang dari setiap cabang KAQI yang diperkirakan dapat memberikan kontribusi sebesar Rp600 juta per bulan.
Dengan target yang realistis dan keberhasilan pencapaian pendapatan yang telah direncanakan, KAQI berharap dapat terus memperkuat kinerjanya dalam jangka panjang, sekaligus memberikan nilai tambah bagi investor.
Kinerja Keuangan dan Prospek 2026
Pada periode sembilan bulan tahun 2025, KAQI mencatatkan pendapatan sebesar Rp53,2 miliar, meningkat 22,93% dibandingkan dengan Rp43,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun pendapatan mengalami kenaikan yang signifikan, laba bersih KAQI mengalami penurunan sebesar 10,76%, turun menjadi Rp6,38 miliar dari Rp7,15 miliar pada periode yang sama pada tahun 2024.
Namun, perusahaan tetap optimistis bahwa target laba bersih yang naik 25%-30% pada tahun 2026 dapat tercapai melalui kombinasi ekspansi dan efisiensi operasional yang sedang dijalankan.
Untuk mendukung target tersebut, KAQI berencana untuk terus meningkatkan kualitas layanan, membuka cabang-cabang baru di wilayah strategis, dan menggunakan dana IPO dengan efisien untuk mendukung pembangunan fasilitas yang diperlukan. Kinerja yang stabil di tengah tantangan ekonomi ini menunjukkan bahwa KAQI memiliki prospek yang cerah dalam industri otomotif di Indonesia.