JAKARTA - Arus balik Lebaran masih terus berlangsung meskipun sebagian besar pemudik telah kembali ke Jakarta.
Aparat kepolisian melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tetap bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar setelah masa mudik Lebaran.
Data terbaru menunjukkan bahwa masih ada puluhan persen kendaraan yang belum kembali ke Jakarta. Kondisi tersebut membuat aparat kepolisian tetap meningkatkan pengawasan di sejumlah jalur utama arus balik.
Meski Operasi Ketupat 2026 telah resmi berakhir, pengamanan tetap dilanjutkan melalui kegiatan kepolisian rutin yang diperkuat.
Arus Balik Lebaran Masih Berlangsung
Korlantas Polri mencatat bahwa arus balik Lebaran 2026 belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat sekitar 42 persen kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat aparat kepolisian tetap siaga di berbagai jalur transportasi utama.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa pihaknya telah memperkirakan kondisi tersebut sejak awal masa arus balik. Oleh karena itu, kepolisian tetap melakukan pengelolaan arus lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masih berpotensi terjadi.
"Maka dari itu kalau kita lihat dari proyeksinya, masih 42 persen yang belum masuk ke Jakarta. Ini masih kita kelola. Tentunya Mabes Polri, Operasi Ketupat sudah selesai tetapi kegiatan rutin kepolisian ditingkatkan," kata Irjen Agus.
Ia menjelaskan bahwa kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas serta memastikan seluruh jalur utama arus balik tetap dalam kondisi terkendali. Upaya ini dilakukan agar perjalanan masyarakat menuju Jakarta tetap berjalan lancar dan aman.
Antisipasi Puncak Arus Balik Kedua
Selain mengelola arus kendaraan yang masih berlangsung saat ini, kepolisian juga mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan puncak arus balik kedua. Puncak arus balik tersebut diperkirakan dapat terjadi pada 29 Maret 2026.
Menurut Irjen Agus, sebagian masyarakat masih memilih untuk memperpanjang waktu berkumpul bersama keluarga di kampung halaman setelah Lebaran. Hal tersebut berpotensi memicu peningkatan volume kendaraan menjelang akhir periode arus balik.
"Oleh sebab itu kami semuanya masih berada di lapangan untuk mengamankan arus balik yang saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak balik yang kedua. Ini kita udah siap," tuturnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, aparat kepolisian tetap menempatkan personel di berbagai titik strategis di jalur arus balik. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas serta mengurangi potensi kemacetan.
Evaluasi Pelaksanaan Operasi Ketupat
Di sisi lain, Korlantas Polri juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang telah selesai dilaksanakan. Operasi tersebut digelar untuk mengamankan arus mudik dan arus balik selama periode Lebaran.
Atas izin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho secara resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Dalam evaluasi tersebut, kepolisian mencatat adanya penurunan signifikan dalam jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Irjen Agus menjelaskan bahwa data dari aplikasi IRSMS Korlantas Polri menunjukkan adanya penurunan jumlah korban meninggal dunia selama periode mudik dan balik tahun ini.
"Jumlah fatalitas korban meninggal dunia mengalami penurunan 104 orang atau sebesar 30,41 persen. Di mana pada tahun 2026 tercatat sebanyak 238 orang, sementara pada tahun 2025 mencapai 342 orang," jelasnya.
Penurunan angka fatalitas tersebut menunjukkan adanya peningkatan efektivitas pengamanan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Selain penurunan angka korban meninggal dunia, kepolisian juga mencatat penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas secara nasional selama periode mudik dan balik Lebaran. Data menunjukkan adanya tren positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Polri mencatat penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 5,31 persen atau berkurang sebanyak 153 kejadian dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pengamanan arus mudik dan arus balik tahun ini.
"Tahun 2026 ini terdapat 2.727 perkara kecelakaan, sementara tahun sebelumnya menyentuh angka 2.880 perkara. Selain itu, tahun ini juga tercatat nihil kecelakaan menonjol," tambah Kaopspus Operasi Ketupat 2026 ini.
Meskipun Operasi Ketupat 2026 telah resmi ditutup, kepolisian memastikan pengamanan arus lalu lintas tetap dilanjutkan. Personel kepolisian masih ditempatkan di lapangan guna memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Pengamanan ini dilakukan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan atau KRYD yang akan berlangsung hingga 29 Maret 2026. Melalui kegiatan tersebut, kepolisian tetap memantau situasi lalu lintas serta mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan pada akhir periode arus balik.
"Jadi semua anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi harkamtibmas termasuk juga arus balik yang kedua. Itu kegiatan Operasi Ketupat," sebutnya.
Dengan berbagai langkah pengamanan tersebut, kepolisian berharap arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati selama perjalanan serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.