Efisiensi Meningkat, Rasio BOPO BRI Finance Turun

Efisiensi Meningkat, Rasio BOPO BRI Finance Turun
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) [FOTO : NET].

JAKARTA - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) membukukan peningkatan efisiensi operasional pada saat biaya dana masih tinggi dan pasar pembiayaan sedang melambat.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani memaparkan, per Mei 2026 rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perseroan mengalami penyusutan hingga 511 basis poin (bps) secara tahunan atau year on year (YoY).

"Perbaikan rasio BOPO tersebut menunjukkan efektivitas berbagai inisiatif efisiensi yang dijalankan perusahaan termasuk optimalisasi proses bisnis," kata Aditia, Selasa (9/6/2026).

Sayangnya, ia tidak menjabarkan secara detail angka riil rasio BOPO perusahaan saat ini. Di sisi lain, tren positif pada rasio tersebut juga disokong oleh manajemen biaya operasional yang ketat serta penguatan kualitas pendapatan.

Namun di balik pencapaian itu, BRI Finance menyatakan masih menghadapi beberapa tantangan, mulai dari tingginya beban dana, keperluan investasi demi transformasi digital, hingga rivalitas yang sengit pada sektor pembiayaan.

Kendati begitu, perseroan tetap konsisten mengeksekusi beragam strategi efisiensi lewat penguatan digitalisasi, optimalisasi proses bisnis, serta manajemen biaya secara disiplin.

Menurut Aditia, langkah tersebut menjadi kunci bagi perusahaan untuk menjaga efisiensi operasional dan mempertahankan kinerja yang sehat di tengah dinamika industri.

Secara sektoral, data teranyar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio BOPO multifinance mengalami perbaikan. 

Per April 2026, rasio BOPO pada industri pembiayaan menyentuh level 79,21%, menyusut bila disandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 80,25%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index