Maybank Indonesia Siap Terbitkan Obligasi Senilai Rp 2 Triliun

Maybank Indonesia Siap Terbitkan Obligasi Senilai Rp 2 Triliun
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) [FOTO : NET].

JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) tengah bersiap untuk merilis Obligasi Berkelanjutan Tahap I Tahun 2026 yang memiliki nilai maksimal sebesar Rp 2 triliun. 

Seluruh perolehan dana dari emisi obligasi tersebut nantinya akan dialokasikan guna memperkuat distribusi kredit Maybank.

Berdasarkan data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), langkah penerbitan ini menjadi bagian dari rencana Obligasi Berkelanjutan V Bank Maybank Indonesia yang memiliki total target penghimpunan dana mencapai Rp 5 triliun.

Dalam prospektus ringkas, obligasi tahap I tersebut akan ditawarkan dalam tiga seri dengan tenor mulai dari 370 hari, tiga tahun, hingga lima tahun.

 Obligasi ini ditawarkan pada harga 100% dari nilai pokok, dengan jadwal pembayaran bunga setiap tiga bulan sekali. 

Masa penawaran awal ditetapkan mulai 10 hingga 18 Juni 2026, sementara pencatatan di BEI direncanakan berlangsung pada 3 Juli 2026.

"Seluruh dana hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk meningkatkan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha, terutama penyaluran kredit," ujar manajemen, dikutip Kamis (11/6/2026).

Instrumen utang ini telah mengantongi peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat tersebut merupakan predikat tertinggi yang mencerminkan kapabilitas superior perseroan dalam melunasi kewajiban keuangan jangka panjang dibandingkan emiten lainnya di tanah air.

Melihat catatan performa, Maybank Indonesia sukses mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 1,7 triliun pada 2025, melonjak 42,01% bila disandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar Rp 1,2 triliun. 

Pertumbuhan laba ini disokong oleh efisiensi ongkos operasional serta penyusutan beban cadangan kerugian kredit. 

Laba sebelum pajak (PBT) perusahaan pun ikut terkerek menjadi Rp 2,2 triliun dari sebelumnya Rp 1,6 triliun.

 Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) mencatatkan kenaikan 1,64% menjadi Rp 7,2 triliun.

Dari sektor kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (NPL) Maybank Indonesia mengalami perbaikan menjadi 2,31% pada 2025 dibanding 2,88% pada 2024. Adapun rasio net NPL menyusut ke level 1,41% dari sebelumnya 1,54%.

Ketahanan modal Maybank Indonesia juga tetap terjaga solid dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 25,47% pada akhir 2025, naik jika dibandingkan posisi 2024 sebesar 23,65%. 

Selain itu, perseroan membukukan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) sebesar 90,31% pada 2025, sedikit naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 89,84%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index