JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menjamin tahapan pemulangan jemaah haji 1447 H/2026 M konsisten bergulir selaras dengan jadwal sampai akhir masa operasional.
Menginjak hari operasional ke-69, berkisar 90 persen jemaah haji Indonesia beserta segenap petugas sudah kembali menuju Tanah Air.
Kendati mayoritas jemaah telah mendarat di Indonesia, seluruh petugas haji konsisten menyuguhkan fasilitas penuh sampai kepulangan kelompok terbang (kloter) pamungkas.
Pihak Kemenhaj pun mengimbau jemaah yang masih menetap di Arab Saudi guna memelihara kondisi kesehatan serta menaati regulasi penerbangan supaya tahapan kepulangan berjalan aman sekaligus lancar.
Kemenhaj Pastikan Layanan Kepulangan Berjalan hingga Akhir Operasional
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff memaparkan, sampai hari ke-25 masa pemulangan, seluruh tahapan kepulangan bergulir selaras dengan jadwal berkat sinergi dari seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah haji.
"Hingga hari operasional haji ke-69, sekitar 90 persen jemaah dan petugas haji Indonesia telah tiba kembali di Tanah Air. Namun, bagi kami pelayanan belum selesai. Seluruh petugas tetap siaga mengawal proses kepulangan hingga jemaah terakhir tiba dengan aman dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya," ujar Maria Assegaff di Jakarta.
Bersandarkan pada data operasional, sebanyak 267 kloter sudah diterbangkan lewat Bandara Jeddah berbekal total 103.687 jemaah serta 1.066 petugas. Dengan begitu, akumulasi kepulangan Gelombang I menyentuh 104.753 orang.
Sementara itu, lewat Bandara Madinah sudah diterbangkan sebanyak 212 kloter yang mengangkut 81.315 jemaah beserta 848 petugas. Akumulasi kepulangan Gelombang II menyentuh 82.163 orang.
Secara menyeluruh, sampai sekarang ini sebanyak 472 kloter sudah mendarat di Indonesia dengan mengangkut 182.435 jemaah serta 1.887 petugas, atau total 184.322 orang yang sudah kembali menuju Tanah Air.
Maria menandaskan Kemenhaj konsisten memastikan tiap tingkatan kepulangan berjalan maksimal, mulai dari keberangkatan dari Arab Saudi, kedatangan di debarkasi, sampai koordinasi bersama pemerintah daerah supaya jemaah bisa melanjutkan perjalanan menuju daerah asal secara aman serta nyaman.
Atensi khusus pun konsisten disalurkan kepada jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta jemaah berisiko tinggi yang memerlukan pendampingan sepanjang proses kepulangan.
Jemaah Diminta Menjaga Kesehatan dan Mematuhi Aturan Penerbangan
Pihak Kemenhaj mengimbau jemaah yang masih menetap di Arab Saudi supaya memelihara kondisi fisik menjelang kepulangan menuju Tanah Air.
Jemaah diharapkan memperoleh istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta mengoptimalkan masker sewaktu berada di area ramai jikalau diperlukan.
Di samping itu, jemaah diminta menaati regulasi barang bawaan penerbangan dengan tidak menyisipkan air zamzam ke dalam koper bagasi ataupun koper kabin.
Air zamzam untuk jemaah haji Indonesia sudah disiapkan serta bakal dibagikan kepada tiap jemaah sesampainya di embarkasi di Indonesia.
Jikalau petugas keamanan bandar udara mendeteksi air zamzam di dalam bagasi ataupun kabin, air tersebut bakal dikeluarkan selaras dengan aturan keselamatan penerbangan.
"Kami mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan hingga tiba di Tanah Air dan mematuhi seluruh ketentuan penerbangan agar proses kepulangan berjalan lancar. Air zamzam akan diterima melalui mekanisme resmi di embarkasi, sehingga tidak perlu dibawa di dalam koper," jelasnya.
Ia pun kembali menandaskan komitmen guna melayani jemaah haji sampai penghujung waktu.
"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang terus memberikan pelayanan tanpa mengenal lelah hingga fase akhir operasional. Komitmen kami adalah memastikan setiap jemaah pulang dengan selamat, sehat, dan mendapatkan pelayanan terbaik sampai kepulangan kloter terakhir. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur," tutupnya.