IHSG

IHSG Menguat Pagi Ini Lanjutkan Tren Positif Perdagangan

IHSG Menguat Pagi Ini Lanjutkan Tren Positif Perdagangan
IHSG Menguat Pagi Ini Lanjutkan Tren Positif Perdagangan

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menunjukkan geliat positif pada awal perdagangan hari ini. Setelah mencatatkan penguatan pada sesi sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan kembali membuka perdagangan di zona hijau. 

Situasi ini memberi sinyal bahwa sentimen pasar masih relatif terjaga, meski pelaku pasar tetap mencermati dinamika global dan regional yang memengaruhi arah pergerakan indeks sepanjang hari.

Penguatan di awal sesi menjadi perhatian investor, terutama di tengah kombinasi sentimen eksternal dari pasar global dan faktor domestik yang terus berkembang. 

Aktivitas transaksi sejak pembukaan mencerminkan optimisme yang tetap dibarengi sikap waspada, seiring munculnya berbagai isu yang berpotensi menahan laju penguatan IHSG.

Pergerakan Awal Perdagangan Di Zona Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan pada pagi ini dibuka melanjutkan tren penguatan. Pada pembukaan perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, IHSG tercatat berada di posisi 8.121,033. Posisi tersebut menandai awal perdagangan yang positif setelah indeks sebelumnya juga bergerak menguat.

Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.16 WIB, IHSG tercatat menguat 44,725 poin atau setara 0,55 persen ke level 8.167,322. Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat bergerak di kisaran level tertinggi 8.194,683 dan terendah 8.101,861.

Kondisi ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup aktif sejak awal sesi, meski pergerakan indeks masih berada dalam rentang yang relatif terkendali. Fluktuasi tersebut mencerminkan adanya tarik-menarik antara sentimen positif dan kehati-hatian investor dalam merespons perkembangan terbaru.

Aktivitas Saham Dan Nilai Transaksi

Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten mencatatkan penguatan pada perdagangan pagi ini. Sebanyak 366 saham terpantau menguat, mencerminkan sentimen positif yang cukup merata di pasar. Sementara itu, 199 saham tercatat melemah dan 137 saham bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan nilai transaksi yang cukup signifikan. Hingga pagi hari, total transaksi tercatat sebesar Rp3,961 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 7,771 miliar saham. Kapitalisasi pasar secara keseluruhan tercatat mencapai Rp14.773,552 triliun.

Angka-angka tersebut mengindikasikan bahwa minat investor masih terjaga, baik dari pelaku pasar ritel maupun institusi. Meski demikian, pelaku pasar cenderung selektif dalam memilih saham, menyesuaikan dengan sentimen sektoral dan prospek masing-masing emiten.

Sentimen Global Dan Regional Membayangi

Pergerakan IHSG tidak terlepas dari pengaruh bursa global. Riset harian Samuel Sekuritas mencatat bahwa pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Selasa, 3 Februari. Indeks Dow Jones turun 0,34 persen, S&P 500 melemah 0,84 persen, dan Nasdaq anjlok 1,43 persen.

Tekanan di pasar AS terutama dipicu oleh aksi jual saham teknologi. Investor global cenderung melakukan rotasi portofolio dengan beralih ke saham-saham yang dinilai lebih terkait dengan pemulihan ekonomi. Kondisi ini membuat indeks S&P 500 turun hampir satu persen pada penutupan perdagangan.

Di sisi lain, pasar Asia justru menunjukkan kinerja yang lebih positif pada hari yang sama. Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,22 persen, Nikkei melonjak 3,92 persen, dan Shanghai Composite naik 1,29 persen. Sementara itu, IHSG pada perdagangan sebelumnya juga mencatatkan penguatan 2,52 persen ke level 8.122,6 dengan net buy asing sebesar Rp833,8 miliar.

Pada perdagangan Rabu pagi ini, 4 Februari 2026, pergerakan bursa Asia terlihat bervariasi. Indeks Kospi dibuka menguat 0,32 persen, sementara Nikkei justru dibuka melemah 1,00 persen. Variasi pergerakan ini turut memengaruhi sentimen investor di pasar domestik.

Prospek IHSG Dan Sikap Investor

Menyikapi berbagai kondisi tersebut, analis Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung sideways. Pergerakan indeks dinilai masih akan dipengaruhi oleh tekanan dari isu MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways, didorong oleh tekanan isu MSCI,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.

Perkiraan ini mencerminkan pandangan bahwa meski IHSG masih memiliki potensi bertahan di level tinggi, ruang penguatan kemungkinan terbatas dalam jangka pendek. Investor diperkirakan akan menunggu kejelasan lebih lanjut terkait sentimen global dan kebijakan yang berpotensi memengaruhi arus modal.

Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung mengedepankan strategi yang lebih hati-hati. Fokus investor tidak hanya tertuju pada pergerakan indeks semata, tetapi juga pada faktor fundamental emiten serta perkembangan makroekonomi. 

Dengan dinamika tersebut, pergerakan IHSG ke depan diperkirakan akan tetap fluktuatif, sejalan dengan upaya pasar mencari keseimbangan baru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index